Akibat Kurangnya Perhatian Dari Pemerintah Masyarakat Membuang Sampah Sembarangan

foto jadi

Teropongpost, Tangsel.- Permasalahan sampah masih menjadi momok di kota Tangerang Selatan. Aparat Pemerintah Kota Tangerang Selatan belum mampu menangani masalah sampah secara maksimal selama lima tahun terakhir ini.

Kurangnya penempatan tempat sampah di dititik-titik lingkungan masyarakat mengakibatkkan pembuangan sampah sembarangan atau pembakaran sampah oleh masyarakat sehingga mengakibatkan lingkungan yang tidak sehat.

Pembuangan sampah yang tidak diurus dengan baik akan mengakibatkan masalah besar, karena penumpukan sampah atau membuangannya sembarangan kekawasan terbuka akan mengakibatkan pencemaran tanah yang juga akan berdampak kesaluran air tanah. Demikian juga pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara, pembuangan sampah kesungai akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir.

Dalam penyuluhan terkait lingkungan di RW.02 Kelurahan Buaran oleh, Dr. Sodikin SH, M.Si, Dosen Lingkungan Hidup Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, dalam kegiatan KKN Mahasiswa FH-UMJ menyampaikan;

“Lingkungan merupakan kumpulan makhluk hidup dan tidak hidup namun saling keterkaitan, bagaimana menempatkan makhluk hidup dan benda mati, contohnya sampah jika dibuang sembarangan akan menyebabkan masalah seperti malaria dan banjir”, jelasnya, Sabtu (29/08).

Sebenarnya ini juga dipengaruhi oleh Pemerintah itu sendiri, bagaimana caranya Pemerintah mengarahkan masyarakat agar sampah itu tidak dibuang sembarangan. Masyarakat ya mengikuti anjuran dari Pemerintah. Kalau pemerintah diam saja ya masyarakatnya juga acuh tak acuh”, jelas Dr.Sodikin, SH, M.Si, usai penyampaian materi.

Menurut keterangan Ketua RW.02, bahwa Tangerang Selatan TPUnya tidak memadai, bahkan sudah hampir penuh. Khususnya di RW.02 Kelurahan Buaran, pengangkutan sampah dari Dinas Kebersihan hanya dilakukan bagi yang memberikan iuran saja, sedangkan yang tidak membayar iuaran sampahnya tidak diangkut.

“Buat di RW.02 ya ada dari Dinas yang ngambil, cuma itu dari yang di pinggir-pinggir jalan aja. Kebanyakan dari orang-orang yang usaha-usaha, pkl, toko, kios atau ruko, itu aja. Karena itu ada dananya, kalo yang gak ada dananya gak ada yang angkat, untuk pembuangan aKhir sebenarnya ada, cuma tempat sampah yang dipinggir-pinggir jalan itu yang gak ada. Jadi warga masih buang sembarangan dan dibakar. Jadi gak disediain untuk warga buat membuang sampah, gak ada tepat sampah titik-titik tempat warga membuang sampah.”, Ungkap Iwan Swandi selaku Ketua RW.02 setelah menghadiri penyuluhan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan sebenarnya telah memiliki Peraturan Daerah (PERDA) pengelolaan sampah yakni Perda No.3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, amanat dari UU 18 Tahun 2008 yang menyebutkan harus ada Perda pengolahan sampah.

Namun pada Perda tersebut tidak tercantum berapa iuran yang harus dibayar warga dan tidak mewajibkan warga untuk membayar iuran. Hal ini jelas retribusi pelayanan persampahan/kebersihan belum jelas tertuang dalam Perda. Untuk itu seharusnya ada Perda yang mengatur tentang retribusi sampah bagi rumah tangga dan pelaku usaha.
gambar siap
Acara malam apresiasi dan penyuluhan tentang lingkungan dalam rangka penutupan KKN Mahasiswa FH-UMJ 2015 di RW.02, Disambut warga dengan antusias. Selain melakukan penyuluhan terkait lingkungan, mahasiswa juga mengadakan berbagai perlombaan dan pementas seni bagi anak-anak Warga RW.02 Kelurahan Buaran, diakhiri makan tumpeng bersama.

“dihari H-nya ini terdapat kejutan-kejutan seperti dorprise bagi warga yang datang, terus ada penampilan anak2 kecil, tari dan ibu-ibu kosidahan yang juara se-Tangsel dilibatkan dalam hal ini. Pokok dari kegiatan ini yaitu penyuluhan terkait lingkungan hidup”, ucap Hendri ketua kelompok KKN RW.02 Kelurahan Buaran. (Mush)