Anggaran Pembuatan Papan Proyek Ditiadakan, Pengerjaan Asal-Asalan

Teropongpost Tangsel,-Pembangunan infrastruktur jalan di Kelurahan Pondok Benda Jalan Natuna Komlek Reni Jaya RT 06 RW 06 (Senin 18/04) tidak terdapat papan proyek, sehingga tidak dapat diketahui pagu anggaran dan pelaksana proyek tersebut.

Menurut Sekertaris Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Yudi Yulianto, bahwa anggaran papan proyek telah ditiadakan namun telah dilakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum dilakukan pengerjaan.

“kita telah menggelar sosialisasi sebelum pengerjaan semua dilaksanakan termasuk pekerjaan-pekerjaan PL (penunjukan langsung) di tujuh kecamatan, itu dilakukan Karena permasalahan papan proyek yang kita harapkan bisa menginformasikan banyak gangguan dan banyak kendala dilapangannya” ungkapnya Rabu (20/04)

Pembangunan infrastruktur fisik saat ini mensyaratkan adanya feedback atau umpan balik dari semua elemen masyarakat yang ada untuk mengontrolnya. Bagaimana tidak, reformasi dan desentralisasi dibuat berdasar harapan untuk mengurangi KKN di segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Papan Proyek bukan hanya sebagai komponen pelengkap, tetapi sudah menjelma menjadi identitas eksistensi proyek itu sendiri. Bukan hanya sekedar plank, tetapi juga merupakan penjamin pertama apakah tranparansi anggaran dapat dilaksanakan ataukah tidak.

Alhasil dengan tidak adanya transparansi atau papan proyek, pengerjaan infrastruktur jalan terkesan asal-asalan, contohnya ketebalan aspal di Jalan Natuna Komlek Reni terlihat sangat tipis setelah dipadatkan sehingga diperkirakan tidak sesuai spek dan terdapat dan diduga terdapat pengurangan spek yang telah ditentutan.

Berbeda dengan pengaspalan di RT 05 RW 04 Kamis (21/04) selain tidak memiliki papan proyek, pengaspalan tetap dilanjutkan meski keadaan hujan. Selain itu konsultan pengawas tidak berada ditempat untuk melakukan tugas pokok dan fungsi guna pengecekkan apakah pengerjaan tersebut sesuai atau tidak selama pengerjaan.

Papan nama bukan lagi sekedar kewajiban pelaksana proyek (kontraktor) untuk membuatnya, tetapi sudah menjadi hak publik / masyarakat untuk mendapat informasi tentang bagaimana negara menggunakan uang rakyatnya.

Sayangnya kesadaran kontraktor ataupun pengawas dalam hal membuat atau mengingatkan untuk melaksanakan pembuatan papan nama ini masih rendah. Terutama untuk proyek dengan waktu pelaksanaan dan anggaran yang kecil, kecenderungan untuk tidak dibuatnya atau tidak menyegerakan pembuatan papan nama masih besar. Masih banyak yang menganggap bahwa hal pembuatan papan nama tersebut hanya masalah sepele dan tidak perlu. Apalagi dengan embel-embel telah dihapusnya anggaran pembuatan papan proyek. (Mush/HR)