Asep, Sempat Panik Tatkala KPK Geledah Ruang Kantornya

Teropongpost, Tangsel.-Dengan ,menjadi sorotan public tingkat nasional, setelah tertangkap tangannya TCW yang adalah suami walikota Tangerang Selatan, lalu sang Gubernur Banten kini malah mesti menunggu banding dari KPK yang keberatan atas vonis pengadilan .

Masalah pengadaan Alkes dan Alked yang melibatkan Kepala Dinas Kesehatan kota Tangsel yang kini di tetapkan sebagai tersangka, oleh komisi pemberantasan korupsi, berimbas pula pada jaajran lainnya seperti H.Asep Sopari Kabid Penunjang RSUD Kota Tangsel yang sempat panic saat KPK memeriksa semua berkas di ruang kantornya ,namun Alhamdulillah , saya tidak terlibat sama sekali, ujar Asep, di sela acara sosialisasi BPJS yang dihadiri semua kepala Puskesmas se Tangsel dan instansi BPJS.Senin,7/9/2014 Café Remaja Kuring – Serpong ,Tangsel.
H.Asep Sopari, mengakui dalam menjalankan tugas, dirinya selalu ikuti norma yang berlaku dan hindari hal-hal yang bertentangan dengn nurani, ujar mantan Ketua PPNI seprovinsi Banten itu.

Dalam pertemuan itu, Asep mengatakan bahwa pertemuan instansi BPJS dan semua kepala puskesmas, membahas soal BPJS dan hal-hal yang berkaitan dengan itu, dan dirinya hanya sebagai moderator saja. Diakuinya banyak makelar memanfaatkan pengurusan BPJS karna warga malas antri kelamaan, dan lagi, belum semua rumah sakit di Tangsel menandatangani MOU untuk menerima pasien BPJS.

Selain itupun banyak pula masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pelayanan apa yang ditanggung oleh BPJS, bahkan ada peserta BPJS yang kelas satu malah hendak ajukan pindah ke kelas dua karna dari sisi pelayanan sama saja.
Ditempat terpisah Toni kuswanto Kabid Dinkes Tangsel, malah mengatakan kedepan semua peserta Jamkesda yang otomatis peserta BPJS yang ditanggung Pemkot Tangsel, akan di kelola anggarannya oleh Dinsosnakertrans karna terkait dengan jaminan sosial, dan Dinkes Tangsel hanya melaksanakan layanan kesehatan, ujar toni.(MUL)