Bencana longsor SMP 19 kota Tangsel dipandang sebelah mata

Teropongpost,Tangsel,-Peristiwa longsor itu tidak bisa di pandang sebagai bencana semata, sebab jika demikian tidak ada pesan yang bisa kita ambil. Oleh karnanya, harus dilihat sejauh mana factor human eror dalam menyebabkan longsor.

1.pembangunan turab itu sehubungan tanah dilokasi tersebuttelah terjadi beberap kali longsor. Oleh karna itu pada saat perencanaan pembangunan turab tersebut seharusnya sudah dapat diperhitungkan kualitas dan kuantitas turab agar tidak terjadi lagi longsor.

2. pengadaan peihak ketiga untuk pembangunan turab harus selektif sesuai ketentuan, agar pemenang adalah benar-benar pihak ketiga yang professional, sebab lokasinya dekat dengan sekolah yang sudah pasti banyak siswa, bisa dibayangkan jika terjadi siang hari, berapa banyak korban yang berjatuhan.

Sementara awak media menemui kepala sekolah SMP 19 Kota Tangsel, terkait longsornya turab tersebut. “turab tersebut mememang belum selesai, masih tahap finishing dan belum serah terima” ujar Endang Hamidin, MPd selaku kepala sekolah SMP 19.

Atas dasar itu, bila hari ini turab untuk menahan longsor justru longsor, pasti ada masalah dalam perencanaan penentuan pihak ketiga atau pelaksana proyeknya. Kepala dinas selaku pengguna anggaran harus menjelaskan mengapa bisa terjadi demikian?

Daripada sebagai wakil rakyat juga harus mengambil langkah-langkah strategis dalam mengungkap longsor ini. Sebab pembangunan fisik di tangsel selalu banyak masalah.(tim)