Berkarya Sambil Beramal

Jadul Photo Community “Berkarya Sambil Beramal”

Jakarta TP,- Jadul Photo Community gelar Amal untuk Manado, acara yang diselenggarakan di kawasan Kota Tua, Jakarta. Acara ini berhasil menarik perhatian banyak fotografer yang ada di Jakarta maupun luar Jakarta untuk ikut berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk korban banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara.

photo(5)           Seperti event-event sebelumnya, kali ini Jadul Photo Community menggunakan konsep Bawang Merah dan Bawang Putih. Legenda rakyat yang menceritakan tentang kesederhanaan Bawang Putih yang terus menerus di siksa oleh Ibu tiri dan kakak tirinya (Bawang Merah), sampai pada suatu ketika munculah ikan ajaib yang datang menolong Bawang Putih. Melihat ikan ajaib tersebut Ibu tiri dan Bawang Merah merasa tidak senang yang kemudian menangkap ikan tersebut lalu menggorengnya. photo(7)Melihat ikan ajaibnya mati, Bawang putih pun segera menguburnya dengan rasa sedih yang mendalam. Tidak disangka dari kuburan ikan ajaib tersebut tumbuh tanaman bunga yang sangat indah dan ternyata tanaman tersebut adalah tanaman obat yang sedang dicari-cari oleh sang Pangeran untuk obat ayahnya yang sedang sakit keras. Cerita ini pun berakhir happy ending karena tak lama Pangeran menikahi Bawang Putih dan membawanya pergi ke Istananya.

photo(6)        Event ini terselenggara karena keprihatinan Anto Jadul (Ketua Jadul Photo Community), Annisa Joko (Sekretaris), Dyah Ayu Lossudi (Bendahara), Daniel Tessa (Korlap), Budi Haryono (Humas) dan Sandra Devi Nuraini (Sie. Peliputan dan Dokumentasi) melihat para korban bencana banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara, yang kemudian memutuskan untuk membuat penggalangan dana dengan mengadakan Hunting Amal yang 100% dananya akan disumbangkan untuk para korban di Manado.

photo(4)        “Event kami tadinya hanya 1 konsep saja yaitu Bawang Putih dan Bawang Merah, tapi ditengah kami mempromosikan hunting amal ini ke berbagai media sosial seperti Facebook, banyak model-model yang ingin berpartisipasi dalam acara amal ini, salah satunya adalah Aretha (Model Costplay) yang menyumbangkan tenaganya untuk menambah konsep Costplay Gothic serta Cynthia Febiana Torres yang juga menyumbangkan tenaga dengan menambah konsep Prewedd Princess dan menambah antusias para photographer untuk gabung dalam hunting amal Manado,” ujar Anto.

Lebih dari 50 peserta yang berpartisipasi dalam hunting amal dan beberapa orang yang menjadi donatur. Dana terus mengalir sampai pelaksanaan event tersebut. Banyaknya peserta yang datang, peserta dibagi kedalam 3 grup yaitu A (Konsep Bawang Merah dan Putih), B (Costplay), C (Prewedd Princess).

Beberapa model dan fotografer yang dengan sukarela membantu hunting amal ini: Viyan Nurhidayat (FG), Kresnata Adijaya (FG), Ekky Jadul sebagai Bawang Putih, Dyah Ayu Lossudi sebagai Bawang Merah, Icha Putri sebagai Ibu tiri, Prastian Wibowo sebagai Sang Pangeran, Aretha sebagai Costplayer, Felix (Costplayer), Eka (Costplayer), Cynthia Febiana Torres sebagai Princess, Yorika Pratiwi sebagai Prince.

Acara berjalan sesuai rundown sampai break Isoma dan dilanjut sesson kedua pada pukul 13:15 Wib, namun di tengah-tengah acara tiba-tiba hujan turun, spontan para model dan fotografer berlari untuk berteduh ke dalam Halte Busway yang berada di dekat lokasi. Dalam rintik-rintik hujan, Aretha salah satu model Costplay tetap berpose di bawah tangga halte busway yang menjadikannya sorotan banyak fotografer untuk bisa memotretnya walaupun dari dalam Halte Busway.

Tak lama hujan pun reda dan acara dimulai kembali. Senyum bahagia terlihat dari para fotografer dan para model yang sedang berpose. Dalam hunting amal ini bukan hanya sekedar ajang poto-poto saja tapi juga ajang mencari teman baru dan media untuk belajar bersama mengenai fotografi, serta berkarya sambil beramal.

“Event hari ini tuh bener-bener seru banget dan ada rasa solidaritas serta kekeluargaan yang tinggi dari Jadul Photo Community, aku seneng banget bisa ikut dalam acara amal yang dipersembahkan JPC, maju terus JPC,” ujar Cynthia Febiana Torres.

Anto selaku ketua JPC menambahkan, dari hunting amal ini semoga bisa bermanfaat untuk orang banyak, dan diharapkan masyarakat bisa lebih peka terhadap saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah.

“Yang jelas saya merasa bahagia sekali, saat diriku yang jadul ini bisa bermanfaat bagi orang lain, hunting amal ini selain untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah tapi juga sebagai ajang berkarya para fotografer, ibaratnya sambil menyelam minum air kalau dalam hunting ini ya sambil berkarya dapat amal.” ujarnya disela-sela penutupan acara. [Dev]