Closing Ceremonial Milad UMJ ke-64, mahasiswa harus melek Budaya Indonesia

Teropongpost, Tangsel, –Senin, 25 November 2019. Serangkaian acara Milad telah terlaksana dengan lancar, dari Gerak Jalan, Lomba lomba, seminar hingga sampailah di puncak acara, Yaitu Closing Ceremonial Milad UMJ ke-64.

Hall Bulutangkis yang menjadi panggung penutupan milad kali ini, dengan dekorasi sedemikian ala Betawi ini menjadikan UMJ tidak meninggalkan nilai-nilai budaya Indonesia terutama Budaya yang ada di Jakarta itu sendiri yaitu Budaya Betawi.

Di Closing Ceremony kali ini dihadiri Oleh Beberapa Tokoh. Seperti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr. H. Abdul Mu’ti M.ED, Ketua LLDIKTI Wilayah III Dr. M. Samsuri, ASDA I Kota Tangerang Selatan Dr. Rahmat Salam, dan Internal UMJ sendiri.

Dengan mengangkat tema “Semangat Mencerahkan Untuk UMJ Yang Berkeunggulan”, tujuan dari Milad tersebut yaitu siap untuk bersaing dikancah Nasional maupun Internasional dalam hal akademis. Dan mengembangkan potensi-potensi mahasiswa kampus Muhammadiyah Jakarta ini.

Dengan Mengusung Tema Budaya Betawi ini Bahwasannya UMJ peka terhadap isu-isu yang ada di Indonesia ini terutama dalam hal budaya, yang dimana budaya Indonesia tergerus oleh budaya luar yang belum tentu maslahat. Yang kemungkinan mendatangkan kontraproduktif untuk masyarakat ataupun mahasiswa karena budaya-budaya luar itu.

Djoni Gunanto SIP. MSi., Selaku Ketua Pelaksana Milad UMJ ini Mengatakan bahwa, dengan mengangkat Budaya Betawi ini salahsatunya untuk menjaga Budaya kita. Terutama untuk mahasiswa agar tidak lupa sama Budaya sendiri. Jangan sampai terkontaminasi dengan budaya luar, justru budaya luar banyak negatif dibandingkan positifnya. Cara menanggulangi itu, salahsatunya dengan menghimbau Lembaga Mahasiswa yang ada untuk sering mengadakan program perihal budaya, seni, dan olahraga.

“Sehingga mahasiswa tidak hanya disisi program budaya tetapi ikut terlibat dalam program budaya. Termasuk di Akademik, beberapa mata kuliah yang berkenaan dengan budaya harus diikuti, untuk kita lebih mengenal budaya kita sendiri. Konservatif tidak menjadi persoalan dalam hal-hal budaya yang menjadi karakter bangsa Indonesia. Justru itu harus diperkuat lagi,” Pungkasnya

Acara Milad ini sama-sama ingin mengusung prestasi, terutama mahasiswa. Perlombaan-perlombaan ini dibuat untuk menunjukkan potensi mahasiswa sendiri, agar mahasiswa termotivasi untuk mengembangkan potensi itu, dan jangan terkontaminasi oleh budaya budaya Luar. (Wisnu)

95 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.