Diduga adanya Mal Praktek RSUD Leuwi Liang

TeropongPost, Bogor- Berawal dari harapan untuk penyembuhan dan pelayanan yang baik dari rumah sakit Pemerintah RSUD Leuwiliang, berakhir dengan maut. Diduga pelayanan yang buruk di-RSUD Leuwi Liang Kabupaten Bogor, menyebabkan satu pasien yang dirawat sejak Jum’at diruang Tulip 3C meninggal dunia. Minggu (09/04/2017),Andre Sahoka usia 16 th, Siswa SMK Tonjong Bojong Gede ini sejak pagi kemarin tidak mendapatkan perawatan dokter dan baru ditangani ketika datangnya awak media menjenguk pasien.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak menejemen RSUD-Leuwi Liang, Dr. Wirna yang menangani Andre mengatakan kepada media bahwa tidak tau pasien ini
“Saya baru masuk sore tadi pak (minggu 08/04/18-red), dan tidak tau ada pasien ini” ungkapnya.
Setelah ditangani sekitar satu jam akhirnya pasien menghembuskan nafas terakhir.

Di lain hari Orang tua korban didampingi pihak perwakilan wartawan yang tergabung di dalam komunitas Jurnalis Komunitas Indonesia (JKI) dan Pihak RSUD Leuwiliang bertemu, hadir dalam pertemuan tersebut Dirut RSUD, Wiwi yang memaparkan tentang sudah sesuai SOP, namun dibantah perwakilan komunitas wartawan. Wisnu Jay R Sudarsono Ketua Umum JKI mengatakan, ” Jelas kami hadir (para rekan wartawan-red) ingin membesuk di mlm itu, saat sebelum korban meninggal, tidak ada pemeriksaan dokter dari pagi hari, baru saat kami datang dan mempertanyakan, baru Dr. Wirna menangani, akhirnya andre sahoka meninggal beberapa jam kemudian, Jelas kelalaian mereka namun mereka terus membela diri, akhirnya pertemuan tersebut kami memilih Walk Out karena pembelaan diri banyak yang tidak sesuai” ungkapnya.

Sehingga perlu adanya konfirmasi resmi dari komite Medis, RSUD Leuwiliang, serta dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, atas terjadinya menginggalnya Pasien Andre Sahoka, diduga kuat adanya Mal Praktek, sehingga dokter yang menangani perlu dipertanyakan SIP (Surat Ijin Praktek) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan, dan SOP RSUD perlu ditindaklanjuti.

Harapan banyak warga saat dimintai keterangan media, umumnya mereka berharap banyaknya keluhan penanganan di RSUD Leuwiliang kedepan mutu dan pelayanan sumber daya manusia ditingkatkan agar masyarakat pengguna jasa RSUD Leuwiliang dapat lebih baik lagi sehingga tidak ada lagi pasien yang tidak tertolong atau lambat mendapatkan penanganan medis seperti Andre.(Rh)