DOKUMEN SILUMAN RSU TANGSEL MASUK KEMENKES RI, DIREKTUR RSU TANGSEL WAJIB DIPERIKSA KPK, KEPALA DINAS KESEHATAN TANGSEL TUTUP MATA

Teropong Post, Tangsel – Lagi – lagi Dokumen Siluman Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Masuk dalam data Rumah Sakit online Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, data fiktif yang dimasukan oleh Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan (RSU TANGSEL) terupdate pada tanggal 25 Maret 2015 menuai keganjilan baik dari Dokter Sepecialis sampai fasilitas dan infrastruktur Rumah Sakit Kota Tangerang Selatan, semata – mata hanya untuk mendapaktan penilaian dan kelayakan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sebagai Rumah Sakit Umum (RSU).

(baca berita Sebelumnya : http://www.teropongpost.com/diduga-dokumen-siluman-rumah-sakit-daerah-kota-tangerang-selatan-masuk-kementrian-kesehatan-dinas-kesehatan-tangsel-khilaf/)

Luar biasanya Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan sebagai Rumah Sakit Pemerintah Kota beraninya memalsukan Dokumen resmi Rumah Sakit, dengan adanya Dokumen Siluman tersebut akan berdampak kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Tangerang Selatan (APBD Tangsel). Dengan status belum BLUD bagaimana pengelolahan Anggaran dari Rumah Sakit Kota Tangerang Selatan berkaitan pembelanjaan alat kesehatan, fasilitas dan infrastruktur Rumah sakit tersebut, serta bagaimana pertanggung jawaban pengelolahan dari Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan mengingat dana yang digunakan adalah APBD, selain itu juga bagaimana fungsi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan sebagai pengawasan dan pembinaan, khilaf atau tutup mata menjadi pertanyaan besar sampai Dokumen Siluman ini menjadi Siluman yang menghantui APBD Kota Tangerang Selatan 2015.

Tidak sampai disitu, permasalahan terus berlanjut dari data yang diperoleh dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dalam situs resmi Rumah sakit Online, menunjukan bahwa Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan tidak mempunyai Kelas Rumah Sakit (non – K). Bagaimana menuju sebagai BLUD kalau Kelas Rumah Sakit Umum Kota tangerang Selatan (non – k). Tidak menjadi terpaku pada Dokumen Siluman akan tetapi pergulatan dengan kata Unit dan Instalasi dalam Dokumen Siluman Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan, dengan fakta dilapangan bahwa Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan masih menggunakan UGD akan tetapi dalam Dokumen Siluman tersebut mencantumkan IGD dengan dalil Kepmenkes.

Tepatnya di lantai lima Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan (26/03), saat dikomfirmasi berkaitan Dokumen Siluman yang tercantum dalam situs resmi Rumah Sakit Kementrian Kesehatan. Lagi – lagi Kabid Yanmed, Tri Utami angkat bicara Soal Dokumen yang ada dan tersebar di situs Kementrian Kesehatan, “nah ini saya bingung, oke data kita chek, nah saya bingung ini bukan data resmi kami”, ucapnya. Ketika kebingungan Kabid Yanmed Tri Utami dengan Dokumen Siluman yang masuk Kementrian Kesehatan menunjukan ketidak tahuan atau pura – pura tidak tau soal Dokumen siluman tersebut. Tidak hanya putus di situ saja berkaitan kelas Rumah Sakit Tim TP melakukan konfirmasi lagi berkaitan dengan kelas Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan, untuk sekian kalinya dengan lantang Kabid Yanmed tri Utami membeberkanya, “yang jelas kami sedang proses tipe C, itu kan kami kelas C kalau belum kelas C kami tidak bisa membuat MOU dengan BPJS”, tegasnya. Sungguh mengherankan ketidak konsistennan jawaban Kabid Yanmed membuat pertanyaan besar. Dibandingkan dengan data Rumah Sakit Online yang dikeluarkan oleh Kementrian kesehatan Republik Indonesia menunjukan bahwa Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan Non kelas (Non – K).

Setelah melakukan komfirmasi terhadap Kabid Yanmed, TIM TP beranjak ke ruangan Direktur Rumah Sakit Umum Kota Tangerang selatan, Drg. Maya. Saat ditanayakan berkaitan Unit dan instlasi, Drg. Mya mengungkpan “bahwa unit dan instalasi berkaitan penamaan saja, semenjak adanya Kepmenkes semua disamakan menjadi IGD”, ungkapnya. Entah itu ketidak tahuan atau benar – benar tidak tau Drg. Maya tentang Unit dan Instalasi dengan dasar Keputusan Mentri Kesehatan No.85 tahun 2009. Kalu itu menjadi acuan Drg. Maya, sangat jelas Drg. Maya TIDAK TAU tentang apa itu Unit dan apa itu Instalasi. Faktanya kalau Drg. Maya mengungkapkan itu semua disamakan menjadi IGD sungguh ironis, fakta di Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan yang dia pimpin masih menggunakan UGD.

Dengan hal tersebut, dari jawaban – jawaban yang dikemukakan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Kota Tangerang Selatan dan Kabid Yanmed diduga adanya kebohongan yang terstruktur dan sistematis dengan terupdatenya Dokumen tersebut di Kemenkes pada tanggal 25 Maret 2015. Selain itu dengan anggaran yang sangat fantastis dengan menggunkan APBD ini dibenarkan oleh Drg. Maya, “yah dalam APBD untuk Rumah Sakit 94 Milyar itu untuk oprasionalnya saja”, ungkapnya.

Dengan Dokumen Siluman dan Penganggaran dari APBD yang sangat luar biasa diduga terjadinya KEBOCORAN APBD TANGSEL 2015 untuk Rumah sakit Umum Kota Tangerang Selatan, Direktur Rumah Sakit Drg. Maya dan kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Drs. Suharno harus bertanggung jawab. (TIM)

2
3
4