FISIP UMJ gelar kuliah umum bertema tips sukses VOA di era digital

Teropongpost, Tangsel, – Selasa, 04 Desember 2018, bertempat di Aula gedung FISIP UMJ, kuliah umum tentang berbagi tips sukses VOA di era digital sekarang ini, yang menyita perhatian kurang lebih 200 mahasiswa dari berbagai prodi Ilmu komunikasi yang terdiri dari Public Relations (PR), Advertising (ADV) dan Broadcasting (BC). Program director VoA untuk Indonesia Naratama Rukmananda dihadirkan dalam kuliah umum tersebut.

Acara tersebut dimoderatori langsung oleh Amin Shabana yang juga merupakan salah satu Dosen Ilmu Komunikasi di FISIP UMJ, berbincang secara mendalam mengenai berbagai hal seputar perkembangan era komunikasi digital seperti skill yang harus dimiliki khususnya bagi mahasiswa yang tertarik pada dunia media digital.

Begitu pula dengan Naratama Rukmananda yang berbagi pengalaman dan tips sukses di dunia media komunikasi digital berdasarkan pengalamannya yang telah lama berkecimpung di dunia media komunikasi dan broadcasting, dimana saat ini beliau juga masih aktif bekerja di VOA Indonesia sebagai program director.

Dirangkum dari laman website VOA www.voaindonesia.com,
VOA (voice of america) merupakan media penyiaran multimedia yang berpusat di washington DC amerika serikat. VoA indonesia mulai mengudara pada tahun 1942, yang memiliki lebih dari 400 afliasi radio fm dan berbagai program televisi yang dapat disaksikan di sebagian besar stasiun televisi nasional dan lebih dari 30 televisi lokal. VoA juga aktif di dunia media digital dengan memiliki website serta media sosial lain seperti Facebook, twitter dan instagram.

Dalam pembahasan materi kuliah umum tersebut, Naratama Rukmananda mengatakan bahwa tentang bagaimana pentingnya skill yang harus dimiliki di era komunikasi digital diantaranya seperti multitalenta, berpikiran terbuka serta memiliki referensi dan taste dalam berbagai hal.
Pengelolaan skill diera komunikasi digital ialah dalam membangun mindset (pola pikir) dimana harus memiliki rasa dan referensi dari berbagai hal untuk mengelola media digital.

Skill untuk membangun/membuka mindset dalam berbagai hal, apa yang di rasakan dan apa yang dilihat. Akan mengasah kemampuan/skill referensi, belajar bagaimana mengelola komunikasi dengan berbagai hal. Mempersonalisasikan diri sendiri juga menjadi salah satu point penting dimana kita harus mempunyai sesuatu yang dapat membedakan kita dengan orang lain, hal ini dikarenakan kompetisi dalam bidang media dan Broadcasting sangat ketat. Bahkan tidak ada yang akan melirik kita bila tidak ada skill yang kita kuasai.

“Seperti halnya seorang PR harus mengerti kamera, seorang advertisingg harus mengerti potret, open your mind, open your eyes change your mindset you have more reference. Jadilah multitalent,” jelasnya.

Selain seputar penguasaan berbagai skill di era komunikasi digital, dalam sesi kuliah umum, naratama juga berbagi tips dalam mengelola kontent media digital agar lebih menarik. Menurutnya, kontent yang menarik itu didalamnya harus mengandung unsur entertain (hiburan) sehingga dapat menarik, karena pada dasarnya konten yang mengandung unsur hiburan akan lebih diminati oleh semua orang, selain itu, kontent yang dibuat tersebut harus memiliki taste (rasa) yang berbeda serta out of the box sehingga membuat siapapun yang melihatnya menjadi penasaran terhadap konten yang dibuat.

Salah satu contoh yang dipaparkan beliau ialah mengenai salah satu liputan yang dibuat oleh team VOA Indonesia yang diposting melalui sosial media instagram. Video yang bertajuk perubahan iklim cuaca ekstrem yang melanda Amerika Serikat. Konten video di instagram sendiri hanya berdurasi 1 menit, maka dari itu video tersebut harus mampu memiliki unsur entertain (menghibur) namun tidak kehilangan nilai berita. Penyajian video cukup menarik karena dilengkapi dengan Editing yang apik dan kekinian sehingga dinilai mampu menarik viewer di instagram @voaindonesia. Terbukti video yang telah dipost diinstagram VOA Indonesia yang diunggah Sabtu, 01 Desember 2018 lalu tersebut telah menembus angka 53.804 views, 2.744 likes dan 117 komen.

Diakhir sesi kuliah umum sebelum berakhirnya acara, Amin Shabana juga memberikan kesimpulan singkatnya yakni menekankan bahwa pentingnya kita untuk memulai mebranding diri sendiri dengan rasa.

Setelah acara selesai Naratama juga menambahkan jika Media Online atau mengelola content harus tersegmentasi, harus multiplat form, dan tidak bisa di satu website online saja, misalnya dalam media sosial seperti : Instagram saja, tapi bagaimana membuat para pembacanya dan beritanya spesifik, semisal dalam membuat berita dengan topik tertuju kepada wanita maka juga seperti memberitakan topik hobi dan jelas tertuju kepada wanita tersebut serta umur wanita tersebut. Jadi pemberi Berita harus menggunakan bahasa sehari-hari sehingga semua pembaca seakan-akan merasa berbicara dengan penulis berita tersebut.(Tim)