Ikat Kepala Simbol Kearifan Lokal Dalam Pengangkatan ADVOKAT KAI Ke- 4

Teropongpost, Tangesel,- Advokat itu secara konstitusi itu, merupakan penegak hokum, Kongres advokat Indonesia salah satu oraganisasi yang menaungi dan merupakan rumah besar bagi puluhan ribu advokat mempunyai misi salah satunya berkontribusi atas pembangunan hokum, penegakan hokum dan tentu saja kontribusi atas nilai-nilai yang positif dalam kepentingan bangsa dan Negara.

Sesuai dengan amanat UU 18 tahun 2003 tentang advokat No pasal 2 ayat 2 yaitu Pengangkatan Advokat dilakukan oleh Organisasi Advokat. (23/11). Rangkaian yang di selenggarakan di hotel Santika Bintaro tangerang selatan, diawali dengan pembacaan tujuh ikrar KAI, yang di bacakan oleh advokat Among Suparman, SH, MH, CIL.

Dari peserta pengakatan oleh presiden, Sekjen, dan….di podium secara simbolis oleh seluruh peserta dimulai dengan pengalungan dan penyerahan sertifikat advokat KAI. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari President Kongres Advokat Indonesia (KAI) H.Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, SH. MH. CLA. CIL. CRA, memaparkan kedepannya dalam menjalani profesi advokat di bawah KAI selalu mengedepankan profesionalisme kerja.

VIDEO PENGANKATAN ADVOKAT KAI

Dari enam puluh orang peserta yang mengikuti acara pengangkatan advokat (KAI) tersebut, dan yang menarik dalam acara tersebut adalah semua peserta, pemimpin, dan panitia acara menggunakan ikat kepala khas kedaerahan yaitu Banten.

” Filosofinya adalah bagaimana kita mengangkat, menonjolkan, merangkai menghormati atribusi local maka akan membangun kerekatan, persaudaraan, dan semangat brother hood” terang Aprillia Supaliyanto SH. MS, CLA, CIL selaku Sekretaris Jenderal KAI

Salah satu misi lainnya sebagai perekat elemen bangsa, turut aktif berperan aktif merekatkan dan menyatukan, yang mana di Negara Indonesia banyak polarisasi, kelompok, potensi-potensi sehingga dalam Pengakatan ADVOKAT KAI mengambil bagian dalam dalam unsur kedaerahan yang bertempat di provinsi Banten.

“Dalam memenuhi kewajiban pasal 2 uu advokat dilanjutkan dengan pasal 4 yaitu bersumpah di pengadilan, baru setelah itu advokat dapat menjalankan tugas profesinya, baik legitasi maupun non legitasi “ pungkas Aprillia Supaliyanto, SH. MS, CLA, CIL.

Dalam memberikan pelayanan jasa hokum KAI, ada program yang di banggakan yaitu peduli desa dalam memberikan layanan jasa hokum, dengan mengacu kepada equality before the law persamaan di mata hokum , dimana semua masyarakat mempunyai hak yang sama di mata hokum, ini sudah di deklarasikan oleh KAI dua tahun yang lalu. ( Aga/andri)