International Animal Photo Competition (IAPC) kembali diadakan

Teropongpost, Jakarta, – Sabtu, 27 Juli 2019 bertempat di Jakarta Aquarium. Kabar menggembirakan bagi Anda yang penggemar fotografi sekaligus pecinta satwa. Ya, lomba foto satwa terbesar di Indonesia kembali diadakan, yakni International Animal Photo Competition (IAPC) pada tahun ini. Tentunya akan lebih menantang dan meriah. Penyelenggaraan IAPC 2019 inipun jadi gelaran yang ke-29.
Acara tersebutpun dihadiri oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diwakili oleh Dokter Hewan Indra Explortasia MSi.

Menurut Hans Manansang, sebagai Deputy Director Taman safari Indonesia sekaligus ketua penyelenggara. IAPC bukan hanya sekadar lomba foto biasa. Sebab, ada pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Melalui perlombaan foto yang menampilkan satwa ini, diharapkan masyarakat bisa lebih peduli terhadap satwa-satwa yang mulai terancam punah. “Lomba inipun diikuti oleh beberapa Negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Taiwan serta Jepang. Hunting foto dapat dilakukan dimana saja, tetapi dikirimnya tetap ditempat yang ditentukan oleh para panitia. ungkapnya

Tahun ini, TSI-pun menggandeng Canon sebagai sponsor resmi APC, id-photographer, salah satu forum fotografer terbesar di Indonesia, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. IAPC 2019 dibagi menjadi dua kategori, TSI dan umum. Kategori TSI diperuntukkan bagi peserta yang mengirimkan hasil karya foto yang diambil di seluruh area TSI Group (Taman Safari Bogor Taman Safari Prigen, Bali Safari & Marine Park, Batang Dolphins Center, Royal Safari Garden & Resort, dan Jakarta Aquarium). Sedangkan untuk kategori umum, bagi peserta yang melakukan pemotretan satwa di mana pun selain TSI.

IAPC juga akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti workshop fotografi, animal photo hunting dan kegiatan menarik lainnya. Buat Anda semua yang eksis di Instagram, ada lomba foto khusus Instagram bertemakan “Aku dan Satwa”, Dengan total hadiah ratusan juta Rupiah ditambah produk kamera Canon, jangan sampai Anda terlewat untuk ikut IAPC, yang akan start pada 27 Juli 2019 mendatang di Jakarta Aquarium, Neo Soho Central Park, hingga acara puncaknya (awarding) pada 2 November 2019 di Royal Safari Garden Bogor. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran, silakan kunjungi www.animalphotocompetition.com

Sementara itu menurut Tony Sumampau sebagai Pimpinan Taman Safari Indonesia mengatakan bahwa, Beliau berharap kepada masyarakat jika ingin melombakan burung, gunakanlah burung yang dalam penangkaran. Sehingga tidak lagi mengambil dialam atau dipasar burung, yang asalnya dari Hutan juga. “Kalau begitu jadinya alam kita sunyi, tak ada lagi kicau-kicauan burung yang indah itu. Maka dari itu kita mengadakan lomba foto satwa ini adalah salah satu cara untuk menggerakkan masyarakat lebih mencintai lingkungan.” Pungkasnya

Perlu diketahui bersama, Sejak didirikan pada 1986. TSI memang fokus pada konservasi hewan liar yang populasinya mulai terdesak. Perlu diketahui bersama, ada ribuan jenis spesies hewan di dunia yang terancam punah. Nah, TSI ingin mengambil peran untuk menanggulanginya dengan merawat sekitar 5 ribu hewan dari 300-an spesies.
Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari & Marine Park, Batang Dolphins Center dan Jakarta Aquarium adalah bukti kepedulian TSI Group terhadap deretan satwa yang kian hari semakin terancam keberadaannya. Selain konservasi, ada pula tiga pilar lainnya yang hingga kini menjadi tonggak semangat bisnis TSI. Yakni pendidikan (education), penelitian (research), dan rekreasi (recreation).(Tini/Arga)