JEMBATAN LAYANG BERMASALAH, HARI LIBUR , HUJAN LEBAT, PULUHAN WARGA SERBU KANTOR KELURAHAN BUARAN

Teropong Post, Tangsel – Tidak seperti biasanya hari libur minggu (19/04), yang umumnya kantor pemerintahan tutup malah di jadikan ajang pertemuan warga sebagai upaya mediasi terkait dengan penolakan warga tentang pembangunan jembatan layang H jamat lintas kampung jati Rt 05/02 buaran. Tidak hanya warga sekitar lokasi pembangunan yang hadir dalam pertemuan tersebut, tapi juga di hadiri oleh beberapa LSM lingkungan. Aksi keberatan warga buaran serpong yang di motori oleh julham firdaus ketua DPC FKPD-PD (forum komunikasi pendiri dan deklator partai demokrat) itu berlangsung alot dan berujung deadlock tanpa solusi.

Julham firdaus yang lebih akrab di sapah bodag mengatakan, “kami warga buaran sama sekali tidak pernah di libatkan dalam diskusi ataupun sosialisasi oleh pengembang ataupun dari pihak kelurahan terkait dengan pembangunan jembatan layang milik pengembang PT Serpong Jaya tersebut, kok tau tau ada pembangunan” , ungkapnya.
Jika ada pembangunan baiknya secara etika kami wajib di libatkan oleh pengembang ataupun pemerintah wilayah, karena yang akan merasakan imbasnya adalah warga sekitar, apapun jenis pengembangan pasti ada resikonya.

Selain itu Bodag dengan kritis memaparkan dalam forum tersebut “bahwa tidak mungkin terciptanya ijin pembangunan tanpa rekomendasi warga sekitar, dalam hal ini pengembang Serpong Jaya di harapkan jangan hanya berfikir tentang keuntungan semata, tetapi lebih memberdayakan warga sekitar dan memperhatikan keselamatan warga pada khususnya, kami akan terus menyuarakan dan berada di garda terdepan dengan warga jika pemerintah Kota Tangerang Selatan sudah tidak sejalan dengan masyarakatnya”, tegasnya.

Dalam diskusi saat itu Ali Hidayat sebagai lurah buaran mengatakan,” kami sebagai fasilitator perpanjangan dari pemerintah hanya memfasilitasi warga untuk melalui jalur musyawarah mufakat agar suasana tetap kondusif, kami persilahkan kepada warga untuk lakukan kesepakatan kepada pengembang PT Serpong Jaya” , ungkapnya.

PT Serpong Jaya yang di wakili oleh Adrian manager pemasaran berkilah, “sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga dan terciptanya ijin, dan kami akan membawa usulan warga ini ke management PT, intinya kami mau yang terbaik bagi masyarakat sekitar dan calon investor kami” ,ugkapnya. Hingga berita ini di turunkan upaya pencarian solusi masih deadlock dan sedang dalam pencarian jalan keluar kedua belah pihak. (Red)