JURUS JITU PENGASPALAN DAN PENGECORAN BINAMARGA, DIBANJIRI DENGAN AIR

Teropongpost.Tangsel-proyek dari binamarga, Minggu (27/11/2016) Rw 04 Kelurahan Pondok Benda banyak dengan kesalahan yang seharusnya tidak dikerjakan disaat hujan turun. Namun, hal ini tidak menjadi persoalan bagi pengaspalan binamarga. Meskipun hujan turun pekerja tetap melanjutkan pengaspalan tanpa adanya mandor maupun dari pihak binamarga pelaksana,konsultan pengawas tidak ada di tempat pengaspalan (Hotmix). Padahal jika hujan turun pengaspalan/hotmix tetap dilanjutkan akan mempengaruhi kualitas aspal. Apalagi aspal yang baru di gelar yang jelas sensitif denagan air hujan. Proyek berjalan namun tidak ada papan proyek terpasang di tempat kerja sedangkan papan proyek sangat penting guna mengetahui proyek yang sedang dikerjakan khususnya di wilayah Rw 04.

Pengecoran Oleh Binamarga
Beda halnya dengan pengecoran yang satu ini bukan lagi air hujan yang turun tapi air dari ember yang turun. Sungguh menakjubkan, pengecoran dilakukan dengan cara mengguyur coran dengan air kemudian di injak-injak supaya terlihat padat. Itulah yang dilakukan oleh pekerja tanpa sepengetahuan pengawas karena pengawas juga tidak terlihat di lokasi. Disaat dari tim teropong turun kelapangan, mandor kabur dan pekerja bingung saat di tanya dari tim teropong seolah-olah tidak tahu persoalan dan alasan di siram pake air karena supaya encer dan empuk. ungkap pekerja


Dalam pengecoran di Rw04 Kelurahan pondok benda tidak hanya diguyur pake air tapi saluran airpun juga ditutup. Jadi saluran air tidak dibuat atau diperbaiki malah di tutup dengan cara di cor supaya volume atau pengecoran jalan semangkin lebar. akan tetapi jika jalan semangkin lebar namun saluran air tidak ada, yang terjadi air akan meluap ke jalan dan air akan meresap kemana jika saluran air tidak ada. seharusnya ini dipertimbangkan sebelum pengecoran dilakukan apalagi sekarang musim hujan sangat penting dan di utamakan saluran air.

Pengaspalan dan pengecoran
Jika semua pengaspalan (hotmix) dan pengecoran sama-sama dilkerjakan sedemikian rupa tidak melihat akibat maupun aturan dan hanya untuk mencari enaknya saja supaya cepat selesai, maka tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan proyek binamarga di RW 04 kelurahan pondok benda, yang dibanjiri penuh dengan air. Proyek pengaspalan/hotmix dalam keadaan hujan tetap dilanjutkan dan pengecoran disiram supaya cepat kelar asal jadi, seharusnya ini menjadi Pekerjaan Rumah binamarga supaya kedepan tidak terulang kembali. Harapan masyarakat bila ada pengecoran dan pengaspalan dilakukan dengan benar supaya tidak gampang rusak dan dapat bermanfaat yang lama.

Jika dilihat dari sisi negatifnya berapakah kerugian negara akibat pekerjaan asal-asalan yang hanya sekedar jadi. Dan seharusnya setiap proyek harus terpasang papan proyek, sebagaimana dalam aturan dan yang sudah di anggarkan oleh pemerintah.

Aparat yang terkait dengan diduga seharusnya juga sudah jeli untuk memeriksa pengusaha nakal, apakah diduga pula main mata dengan pihak Binamarga untuk pekerjaan asal-asalan tetap dibayar sesuai dengan nilai kontrak.

“seharusnya jika dalam kondisi tidak memungkinkan seperti hujan, pekerjaan harus diberhentikan krena akan merusak aspal dan aspal akan cepat rusak jika diteruskan. Untuk pengecoran seperti ini juga tidak “boleh apalagi cuman di injak-injak pake kaki tidak akan kuat dan akan mudah hancur. Apalagi ini jalan buat kendaraan besar bukan buat pejalan kaki ini tidak sesuai dan seharusnya pengecoran yang seperti ini harus dibongkar dan dibuat ulang. pengecoran seperti ini sangat bahaya dan harus dipertanggung jawabkan untuk pihak perusahaan yang nakal.” Tegas Amin LSM LIPPN (Idris M)