Kasus Lahan Kantor Kelurahan Sawah Baru – Ciputat, dengan Ahli Waris Belum Jelas?

Teropongpost, Tangsel,-Sungguh terganggu pemandangan warga saat hendak mengurus dokumen di kelurahan Sawah Baru –Ciputat, tapi, di halaman kantor malah terkumpul tumpukan pasir dan batu kali dengan plang Dijual Pasir dan Batu kali, pemandangan ini menyiratkan seolah kantor kelurahan sudah berubah menjadi material atau toko bangunan.

Sebagaiman diketahui sebelumnya persitiwa penyegelan ini dilakukan oleh Ahli waris Sairi CS, tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri 2014.hingga sekarang, masih belum ada tindakan dari pihak yang berwenang, seolah Hukum Pidana dan Perdata, jadi mandul.

Arpan, Lurah Sawah Baru, jumat 22/8 dikantornya mengatakan ” yang mengeherankan buat saya selaku lurah, kenapa masalah ini timbul setelah 34 tahun,selama ini, kenapa tidak di ajukan permasalahan ini sesuai hukum yang berlaku, ujar Arpan, lebih lanjut dirinya mengakui, sebelum penyegelan ini dilakukan memang dari pihak ahli waris sudah memberikan surat pemberitahauan 3 hari sebelumnya, namun bagi kami sesuai arahan pimpinan, bila ahli waris memang benar pemilik lahan ini, selain menyertakan bukti kepemilikan, dan bila pemkot tangsel harus membayar lahan itu, harga berdasarkan Apraisal mengenai harga yang diminta mesti jelas , namun bila melakukan pengusiran atau bertindak tidak sesuai norma hukum yang berlaku, hali ini tidak bisa dibenarkan, apalagi soal ini adlah perdata, seharusnya pemanggilan dari pihak penggugat sudah dilayangkan oleh pengadilan, namun hingga kini proses hukum itu malah tidak ada sama sekali, jelas Arpan.

Terkait sejarah lahan, Arpan mengaku kantor kelurahan sudah berdiri sejak 34 tahun di lahan tersebut. H Ridjin selaku pemilik awal, diklaim Arpan sudah menjual lahan seluas 2.071,62 meter persegi yang di atasnya berdiri kantor kelurahan dan SD Negeri Sawah Baru 1 dan 2 ke pemerintah daerah.

“Sayangnya, pemilik lahan awal sudah tidak ada (meninggal dunia). Jadi Sairi Cs selaku ahli waris, kembali mengklaim lahan itu merupakan hak mereka. Saya kira ini ada pihak yang mendompleng di ahli waris,” paparnya.

Ditanya terkait langkah hukum yang sudah ditempuh, Arpan mengaku hingga saat ini pihak ahli waris belum menempuh jalur hukum. Pemkot Tangsel, diakuinya belum dapat bertindak apa pun terkait hal itu lantaran pihak ahli waris baru sebatas mengklaim.

“Kalau soal klaim-klaiman, Pemkot juga punya data di bagian aset kalau lahan itu milik pemkot,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Daerah pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangsel Fuad menjelaskan lahan tersebut terdaftar sebagai milik pemerintah daerah. Oleh karena itu tidak bisa begitu saja bisa diserahkan kepada pihak yang mengklaim sebagai pemiliknya.

“Dahulu memang tanah itu milik warga, tapi sudah dibeli oleh pemerintah desa sekitar tahun 1990-an. Jadi waktu itu pemerintah menjual tanah kas desa di tempat yang lain. Hasil penjualannya untuk beli tanah yang sekarang disengketakan itu,” tandasnya.

Secara terpisah , H.Deden juardi, Camat Ciputat menerangkan, soal ini sudah di tangani oleh pihak Dinas Tata Kota, terkait pengakuan dari pihak ahli waris , camat hanya mempersilahkah pihak ahli waris untuk memberikan dasar dan alasan yang kuat bila Kantor Kelurahan harus pindah lokasi atau harus membayar atas penguasaan lahan itu oleh Pemkot tangsel.
Kepada wartawan, Deden, sudah meminta kepada pihak yang mengaku ahli waris untuk membersihkan pasir dan batu kali itu, karna amat mengganggu pemandangan, terlebih kelurahan adalah pelayanan public, soal –soal lainnya bisa ditempuh jalur hukum yang berlaku, jelas Deden Camat Ciputat. (MUL)