Kepala BPPW Banten Tinjau Langsung Proses Pembangunan TPI Dan Objek Wisata Mauk

Teropongpost, Kab. Tangerang, –Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), meninjau langsung proses pembangunan penataan permukiman umum para nelayan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan Khawasan Objek Wisata Taman Mangrove Tanjung Kait.

Kunjungan ini pun dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan dan apresiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) kepada Pemerintahan Kabupaten Tangerang, tepatnya di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Senin, (29/06/2020).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rozali Indra Sahputra dan didampingi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) Aset Badan Milik Negara (BMN) Darwanto, Camat Mauk Arief Rahman Hakim, Danramil 09/Mauk Kapten Arh Mulyono, Kapolsek Mauk IPTU Kresna Ajie Perkasa SIK, Kepala Desa Ketapang serta Jajaran Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rozali Indra Sahputra mengungkapkan, “Kawasan Nelayan diwilayah Desa Ketapang Kecamatan Mauk ini memang akan dijadikan salah satu objek wisata, sebagaimana yang telah direncanakan pada beberapa tahun lalu oleh Bupati Tangerang H. Ahmed Zaki Iskandar,” ungkapnya kepada awak media.

Maka dari itu, kami dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) sudah mendapatkan sosialisasi terkait program objek wisata ini.

“Anggaran tersebut pun berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Tahun 2020 sebesar Rp. 13.046.836,400 (Tiga Belas Milyar Empat Puluh Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Empat Ratus Rupiah) untuk mewujudkan khawasan wisata dan meningkatkan kualitas permukiman umum para nelayan,” ujarnya

Menurutnya, masih banyak perbaikan infrastruktur yang harus ditindaklanjuti baik mulai dari khawasan wisata, air bersih, sanitasi lingkungan dan juga persampahan.

“Dan nanti apabila semua ini terbangun. Insya Allah tahun depan khawasan wisata yang berada di Kecamatan Mauk ini bisa menjadi salah satu objek wisata yang dapat dibanggakan diwilayah Kabupaten Tangerang,”

Bedasarkan laporan tahun kemarin objek wisata taman mangrove memang banyak sekali pengunjung wisatawan yang datang bahkan ada juga yang dari luar kota.

“Maka dari itu, kami pun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) sangat mendukung adanya objek wisata tersebut,”

Rozali pun menambahkan, Saat ini yang lebih penting adalah mendukung dalam penataan permukiman umum para nelayan serta menjaga dan merawat infrastruktur yang sudah ada.

“Pembangunan ini pun dilakukan secara dua tahap, salah satunya ditahun 2019 kemarin dan akan berakhir ditahun 2021 mendatang.” Jelasnya

Sebelumnya kami memang sudah merealisasikan anggaran, karena kondisi pandemi covid-19 seperti ini. Yaa jadi ada beberapa anggaran yang tertunda dan jumlah pun hampir ratusan milyaran yang seharusnya bisa mendukung khawasan wisata Kecamatan Mauk dan Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

“Bahkan sebelum kami kesini pun tadi kami sudah melakukan pertemuan Bupati Tangerang dan kami sangat mengapresiasi beliau yang mempunyai semangat yang tinggi. Dan ini pun harus seiring dengan komitmen masyarakat dalam memelihara dan proses pembangunan. Saya berharap ditengah pandemi covid-19 ini ekonomi masyarakat bisa berputar baik dari TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan pengelolaan wisata.” tambahnya

Disisilain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR-RI) Aset Badan Milik Negara (BMN) Darwanto mengatakan, “Kami pun sudah melakukan serah terima aset kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang sebelum kami melakukan kunjungan langsung ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan Khawasan Wisata Taman Mangrove Tanjung Kait ini,” ucapnya.

Penyerahan aset itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 246/PMK.02/2014 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Barang Milik Negara.

“Dan aset tersebut pun digunakan untuk kegiatan perbaikan jalan Desa diwilayah Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji,”

“Harapan kami semoga masyarakat dapat bekerjasama dalam menjaga dan memelihara infrastruktur yang sudah terbangun. Sekali lagi, kami mohon dukungannya kepada masyarakat untuk harus bisa mempunyai rasa memiliki atas aset- aset pemerintah yang sudah ada.” Tegasnya. (Dedi)

One comment

  • Good post. I learn something totally new and challenging on blogs I stumbleupon on a daily basis.
    It’s always helpful to read articles from other writers and use something from their websites.

Leave a Reply

Your email address will not be published.