”Kinerja Anggota DPRD Di Tentukan Berdasarkan Tupoksi, Bukan Kehadiran”

Teropong Post, Tangsel,-Sejak dilantikannya lima puluh anggota DPRD Tangsel 2014 yang lalu, hingga penetapan Perda APBD Tahun 2015 yang hingga kini belum direalisasikan kegiatannya. Opini dan pendapat banyak bermunculan dari berbagai kalangan masyarakat seperti LSM, Ormas, bahkan juga dari para kuli tinta yang mengeluhkan sepinya gedung DPRD dari anggota Dewan yang semestinya selalu hadir menerima pengaduan atau keluhan masyarakat terkait soal pelayanan kesehatan yang kurang maksimal, infrastruktur yang buruk dan juga soal lainnya.

Adanya pandangan anggota dewan hanya jalan-jalan lakukan keluar kota dengan dalih kunjungan kerja dan menghabiskan anggaran yang sebetulnya kurang begitu prioritas, pandangan masyarakat seperti akan banyak ditemuai di semua status, komentar atau pernyataan dalam media sosial di jejaring internet atau dalam suatu editorial di media massa.

Umi, pelaku usaha kuliner di sekitar gedung DPRD Tangsel malah berkomentar “Anggota DPRD Tangsel sekarang tidak seperti dulu, yang selalu ramai dan di penuhi banyak kegiatan, edisi sekarang malah jarang sekali wajah anggota dewan bermunculan di kantor atau di ruang komisi” ujar Umi.

Namun pandangan itu ternyata di bantah oleh Ahmad Syawqi, anggota Komisi I sekaligus ketua Fraksi Gerindra DPRD Tangsel, yang menyatakan bahwa ukuran kinerja anggota Dewan di ihat dari tupoksinya, dan bukan jumlah kehadirannya di gedung DPRD, karena mereka bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil) oleh sebab itu waktu kerjanya terkadang bisa dua puluh empat jam. ”Kami bukan PNS yang kinerjanya di tentukan oleh kehadiran dan sejumlah tugas lainnya, tupoksi kami melingkupi fungsi controlling, budgeting dan legislating. Oleh sebab itu pekerjaan kami terkadang bisa tak sesuai dengan jam kerja PNS”, ujar putra Ir. H. M. Sholeh, MT.Pjs Walikota Tangsel pertama itu, Rabu, 11/2/2015 di gedung DPRD Tangsel.

Senada dengan itu, Abdurrahman yang dikenal sebagai Arnovi dari Komisi IV, mengatakan bila ada yang berpendapat anggota dewan jarang hadir di gedung dewan atau bahkan sulit ditemui, mungkin karena mereka beberapa kali menemui salah seorang anggota dewan dan selalu tidak bertemu, pada prinsipnya dewan selalu menerima keluhan atau laporan masyarakat baik secara tertulis atau secara langsung, asalkan dengan cara yang benar, semua anggota dewan yang pada dasarnya adalah wakil rakyat, pasti akan senang dengan masukan baik kritik maupun saran yang membangun, karena pembangunan Kota Tangsel, tidak mungkin berjalan sesuai rel tanpa dukungan semua pihak, “Saya berpendapat masalah keluhan masyarakat selalu bisa di hadapi dengan senyum” ujar Arnovi. Rabu, 11/2/2015 di Ruang komisi IV DPRD Tangsel–Setu. (MUL, MUS, HANS)