Kisah Pilu Orang Tua Yang Menuntut Keadilan Demi Sang Puteri Tercinta

Teropongpost. Depok-Niat untuk menimba ilmu tetapi malah malapetaka yang didapat. Cindy Mawardi Claudia (13) tahun, diduga keras di dorong Salah satu teman belajarnya hingga jatuh terbentur lemari, sempat beberapa bulan dirawat namun takdir berbicara lain, siswi Madrasah Tsanawiyah Al-Karimiyah tersebut akhirnya menghembuskan nafas terahir.

Rudi orang tua dari Cindy Mawardi Claudia, mengungkapkan kesedihan yang sangat mendalam dirasakan sekitar satu tahun lebih.

”Putri saya meninggal disebabkan karna salah satu teman belajarnya di Pondok Pesantren tempat anak saya belajar, diduga keras mendorong putri saya hingga terjatuh dan terbentur lemari” ungkapnya, kamis (14/09/2017)

Peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya Cindy tersebut terjadi didalam Yayasan Madrasah Tsanawiyah Al-Karimiyah pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2015 sekitar pukul 13:00 WIB. Satu hari setelah kejadian, niat Rudi membawa pulang putrinya untuk dirawat tidak berhasil karena pihak Yayasan/Pesantren tidak mengijinkan dengan alasan yang tidak jelas hingga keadaan Cindy semakin memburuk.

Hasil dari pemeriksaan Radiologi dari Klinik, siswi (13) Tahun tersebut mengalami keretakan pada tulang belakang akibat benturan keras hingga mengakibatkan kelumpuhan.

“Satu minggu berjalan putri saya pun kondisinya semakin parah, mengalami kelumpuhan dan akhirnya dari pihak Yayasan mengizinkan saya membawa pulang putri saya, dan setelah kami merawat puteri kami kurang lebih sebelas bulan akhirnya puteri saya meninggal dunia,” ucap Rudi.

Rudi sangat menyayangkan kejadian tersebut dari awal kejadian hingga hampir satu tahun lebih, dari pihak Orang Tua Pelaku maupun dari Pihak Yayasan/Pesantren tidak satupun yang datang untuk melihat keadaan Cindy hingga akhirnya meninggal dunia. Bahkan ironisnya, dari Pihak Yayasan ataupun Orang Tua pelaku seakan tutup mata atas kejadian yang menimpa puteri semata wayangnya tersebut.

“Kejadian ini sangat saya sayangkan kenapa hal tersebut terjadi, dan pihak Yayasan berdiam diri, seakan tidak terjadi apa apa, akhirnya pada hari rabu 04 Mei 2016 saya melaporkan kejadian yang menimpa puteri saya kepihak Polres Kota Depok,” Tegas Rudi.

Tidak sampai disitu saja, Rudi juga mengaku telah melaporkan kejadian yang menimpa puterinya tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnasham), pertanggal 9 Agustus 2016. Namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut yang jelas dari pihak Kepolisian maupun dari Komnasham.

“Saya juga sudah melapor ke Komnasham namun hingga hari ini tidak ada tindak lanjut baik dari kepolisian maupun Komnasham, saya sadar bahwa saya orang tidak mampu, jadi sulit bagi saya untuk mendapatkan keadilan,”ungkap Rudi sambil meneteskan air mata. (Arga/Mus)