KUPORAI Cemilan Khas Luwu Timur

Teropongpost, Tangsel, – 17 Juli 2019 – KUPORAI Merupakan salah satu cemilan khas Luwu Timur yang terbuat dari pisang tanduk. Kuporai berarti KUSUKA dalam konteks bahasa daerah Luwu, Bugis, Toraja serta beberapa bahasa daerah lainnya yang semuanya identik dengan pengertian KUSUKA.
Akan tetapi dibalik pengertian tersebut KUPORAI merupakan singkatan dari “Kelompok Usaha Produktif Rakyat Indonesia”,salah satu binaan dari Lembaga pendidikan non formal yakni PKBM BUMI PERTIWI serta Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah.

Ketersediaan bahan baku merupakan faktor yang sangat penting dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan hasil produksi keripik pisang tanduk KUPORAI oleh karena itu, dilakukanlah kerjasama dengan cara membagikan bibit pisang secara gratis, agar mereka dapat membudidayakannya di kebun-kebun mereka dari hasil tanaman pisang tersebut akan dijual ke KUPORAI dengan demikian ada jaminan bahwa ketersediaan bahan baku senantiasa tersedia. Luas lahan yang dipakai untuk penanaman pisang tanduk binaan KUPORAI diperkirakan sekitar 15 Ha, yang tersebar di beberapa desa diantaranya Desa Pongkeru, Desa Pasi Pasi, Desa Harapan Kecamatan Malili.

Dari aspek pemasaran KUPORAI merupakan produk unggulan, yang telah menembus pasar di beberapa daerah baik dalam wilayah Propinsi Sulawesi Selatan maupun di luar wilayah salah satunya di Provinsi Gorontalo. Sistem pemasaran yang dilakukan saat ini dengan cara melakukan penawaran dalam bentuk agen atau cabang penjualan serta faktor pendukung lainnya, sehingga mendapat kepercayaan dari para costumer. Sudah adanya izin produksi olahan pangan berupa P-IRT Nomor: 2147325010521-22 dari Dinas Kesehatan, sertifikasi halal Nomor: 06120009880517 dari BPOM, rekomendasi binaan dari Pemerintah Daerah dan lain sebagainya.

KUPORAI memiliki passion diantaranya, yaitu :
– Usaha yang mendapat binaan langsung dari Pemerintah Daerah
– Olahan yang higienis.
– Terdiri atas beberapa varian rasa.
– Ketersediaan bahan baku yang siap olah.
– Dilengkapi dengan legalitas produksi.
– Sistem pemasaran yang sangat mudah.
– Mengutamakan terjalinnya hubungan kemitraan secara kekeluargaan.

Berdiri sejak tahun 2013 lalu, Atas binaan pak Syahrul Basir, “usaha ini telah berhasil memproduksi keripik pisang tanduk dengan 8 jenis varian yakni: Manis, Original, Asin, Coklat, Balado, Pedas Manis, Jagung Manis dan Jagung Bakar. Semua varian tersebut diolah dalam bentuk yang sederhana dan tidak menggunakan peralatan produksi yang modern, tujuannya supaya mampu mempertahankan kwalitas dan rasa pisang tanduk yang seutuhnya. Kapasitas produksi setiap bulannya berkisar antara 3-5 Ton dalam bentuk yang sudah dikemas. Kemampuan produksi ini didukung oleh beberapa tenaga kerja yang berjumlah 10 orang baik tenaga kerja tetap maupun tidak tetap”, ujarnya.(Ricardo/Arga)