Letih Surati PU Provinsi Banten Soal Kerusakan Jalan Pasar Serpong

Teropongpost, Tangsel,- Dengan sudah dituangkan melalui Perda No 2 tahun2012, pemerintah Provinsi Banten setidaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp1,112 triliun untuk memperbaiki enam ruas jalan sepanjang 114,43 KM yang akan diperbaiki hingga 2016 mendatang. Pelaksanaan perda infrastruktur jalan tersebut menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mewujudkan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Perlu disadari unuk jalan provinsi di pasar serpong seharusnya juga menjadi tanggung jawab perintah kota Tangsel untuk menjaga jalan provinsi akibat yang ditimbulkan dari jalan yang berlubang serta melakukan evaluasi dan koordinasi secara berkesinambungan dengan pemprov Banten. Sehingga keadaan jalan dapat selalu dalam keadaan baik.

Dengan keberadaan jalan provinsi di pasar serpong, telah juga menjadi kegiatan transaksi jual beli sehingga bahu jalan dijadikan lapak oleh pedagang yang mengakibatkan serta sampah penuh di selokan dan hujan selalu banjir. Pengaruh inilah yang kemudian akan berdampak kepada kualitas jalan menjadi rusak dan berlubang.

Dilemma seperti ini tentu sangat berat, di tambah kepemilikan dari pasar serpong sendiri masih di kelola oleh pihak PD Pasar Kabupaten Tangerang. Sejak di mekarkan menjadi kota Tangsel, seharusnya pasar ini segera di serahkan kepada Kota tangsel dari kabupaten. Sehingga polemik atas penataan pedagang akan tertata rapi, sehingga berpengaruh kepada bertambahnya umur ekonomis dari jalan provinsi.

Disadari atau tidak, kehadiran Satpol PP kecamatan setiap minggu atau bulan di pasar Serpong hanya seremonial belaka, tidak ada ekseskusi atau tindakan tegas untuk membuat para pedagang yang berjualan di trotoar segera pindah, dan mengembalikan fungsi trotoar ke asalnya serta kendaraan yang lalu lalang tidak perlu mengalami kemacetan yang tak perlu di jalan yang semakin sempit karena aksi pedagang dan rusak berlubang.

Sudarman Kasie Trantib, Kecamatan Serpong, saat dimintai keterangannya dengan kehadiran rombongan Pol PP di pasar itu, mengatakan “ posisi kami sangat sulit untuk bertindak tegas, dari zaman Ki Benen mereka sudah di himbau agar pindah kelokasi pasar di dalam, namun selalu kembali ke pinggir jalan.” Keluh Sudarman senin yang lalu.

Sementara itu ,Yudi Sekretaris Dinas Bina Marga & SDA Kota Tangsel, berpendapat , soal rusaknya jalan pasar Serpong sudah sering kali kami sampaikan masalah ini ke pihak DInas PU Provinsi Banten, idealnya pelebaran jalan atau pembangunan Fly Over mesti di biayai dari APBD Provinsi bila mungkin dari APBN untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah, namun keputusannya masih menanti dari pihak Provinsi khususnya Dinas PU Banten, ujar Yudi disela acara seminar pengelolaan keuangan yang di selenggarakan Bidang Keuangan DBMSDA (Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air)Kota Tangsel, (15/9) di Telaga Seafood – BSD.

Dan dalam kesempatan itu, Yudi , menerangkan kegiatan seminar keuangan ini, bukan untuk menerapkan sisitem administrasi yang baru atau tata kelola keuangan yang baru, namun sebagai refresi bagi para staf, karena pembinaan dan bimbingan tehnis mesti selalu dilakukan kepada para staf demi kompetensi dan prestasi yang meningkat dari sebelumnya, ujar Yudi. (MUL)