LURAH BAMBU APUS PAMULANG DIDUGA LAKUKAN PUNGLI (PUNGUTAN LIAR)

Teropongpost, Tangsel – Sebagai pelayan masyarakat tugas dan fungsi Lurah sangatlah sentral dalam menyelenggarakan urusan pemerintah, baik dibidang pembangunan maupun pemberdayaan mayarakat sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku untuk itu. Tentunya ini adalah tanggung jawab Lurah dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masayarakatnya tanpa ada embel – embel uang dalam melayani masyarakat tersebut. Disamping itu demi kemajuan didaerah pentingnya pengusaha dalam menanamkan investasinya guna kemajuan daerah sangatlah penting, akan tetapi kalau untuk melayani saja dimintai uang atau dipatok bagaimana pengusaha bisa menanamkan investasinya guna kemajuan daerah tersebut.

Maraknya pungutan liar di kelurahan menjadi contoh bobroknya pelayan publik di masing – masing daerah, dengan iming – iming akan secepatnya urusan diselesaikan tanpa hambatan terkesan bahwa masyarakat atau pengusaha tidak mau ambil pusing dan rela merogoh koceknya hanya untuk bisa terselesaikan urusannya, padahal pelayanan di Kelurahan sama sekali tidak dipungut biaya sedikitpun baik apapun itu dalam pengurusannya. Ini jelas menjadi perhatian khusus bagi Lurah bahwa Kantor Kelurahan dalam pelayananya tidak dipungut biaya dan apabila ada oknum yang melakukan pungutan terhadap pelayanan harus ditindak tegas.

Banyaknya pembangunan Menara BTS menjadi perhatian penting di Kota Tangerang Selatan dengan dasar Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kelurahan untuk Pembangunan Menara BTS, diduga nilai yang sangat fantastis untuk satu Rekomendasi, lagi – lagi apapun itu bentuknya Pelayan publik tidak boleh memungut biaya apalagi mematok biaya Rekomendasi.

Tepatnya di Kelurahan Bambu Apus Pamulang (23/03), ditemui di Ruangannya, saat dikonfirmasi berkaitan apakah ada biaya dalam membuat Rekomendasi, Lurah Bambu Apus Ibu Siti Akbari angkat bicara, “yah tergantunglah, yah itumah rahasia pribadi ada yang harus dibuka dan ada yang ngga, itumah pribadi Lurah aja sama Pengusaha lain”, ucapnya.

Sungguh ironis sebgai Pelayan Publik yang tugasnya melayani masih sempat – sempatnya bermain mata dalam pembuatan Rekomendasi, dengan hal tersebut diduga Lurah Bambu Apus Melakukan Pungutan Liar. (MPR)