MENDAHULUI START PPDB TERJADI DI TANGSEL

TEROPONGPOST, TANGSEL.– PPDB Tangsel dimulai pada hari jumat tanggal 17, 18,20,21 Juni 2016, namun berbeda dengan SMAN 3 Tangsel yang telah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tanggal 16 maret 2016, program erdas Istimewa Percepatan, Pengayaan dan Bakat Istimewa.

Setelah dimintai keterangan, ketua PPDB SMA 3 Tangsel Liman. MM.Pd membenarkan adanya pendahuluan start PPBD, acuan tersebut bukan dari Dinas Pendidikan, pihaknya mengaku hal tersebut berdasarkan bakat tertentu dari calon peserta didik baru.


Berdasarkan ketentuan dari Dinas pendidikan PPDB seharusnya dimulai pada tanggal 12 juni namun karena adanya alasan tekhnis, kemudian PPDB diundur hingga tanggal 17 Juni sampai berita ini diturunkan juga belum dibuka pendaftaran secara on line.

Hal seperti ini sangat marak terjadi terutama di Tangerang Selatan, seperti pada tahun lalu ditemukan pula hal serupa di Sekolah Negeri di Tangsel.

“Itu bukan dari dinas, tapi dari PKL tar dari masing-masing sekolah itu boleh untuk menyelenggarakan mereka yang memiliki bakat”, ucap Liman Ketua PPDB SMA 3 Tangsel, Kamis (16/06).

Menurut Ketua PPDB hal tersebut telah mendapat persetujuan dari Dinas namun tidak tertulis. ini merupakan suatu kejanggalan dimana setiap teknis penerimaan PPDB telah diatur dalam aturan baku dari Dinas terkait.

Tak terelakan lagi bahwa telah dibukanya penempatan siswa melalui test yang diselenggarakan pihak Sekolah, kuota dari peserta didik untuk jalur Online dengan indikator SKHUN bukan menjadi salah satu Indikator untuk diterimanya Siswa untuk dapat bersekolah yang dituju. Sehingga dampak yang terjadi adalah hasil dari test sudah dapat menyelesaikan administrasi terlebih dahulu, dari ketentuan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan.

Pembenaran apapun untuk menciptakan mutu pendidikan melalui test sekolah tanpa melihat hasil SKUN ini diduga merupakan pelanggaran, karena hal ini sangat rentan untuk terjadinya gratifikasi, telebih kelas yang sudah ditempatkan di sma 3 tangsel ini 5 kelas, dari 9 kelas yang dibuka untuk PPDB 2016, hasil kompetisi yang akan diperebutkan melalui jalur SHKUN hanya 4 kelas, dan mengacu kepada ketentuan SK No 421/Kep- 2677 dindik PPDB 2016, yang nota bene, yang terbagi menjadi dua jalur, yaitu jalur reguler, dan jalur lokal.

Mengingat penerimaan peserta didik baru seringkali disalahgunakan oleh oknum-oknum dengan adanya jual beli bangku dengan nominal yang fantastis, dikhawatirkan akan terjadi hal serupa dalam PPDB 2016/1017 diharapkan pemerintah segera memberikan langkah-langkah guna antisipasi hal-hal tersebut.

Dengan pengalaman yang sudah-sudah unsur gratifikasi sangat jelas dan telah melekat dari setiap PPDB dari tahun ketahuN, seolah jual beli bangku dengan nominal yang tidak sedikit telah menjadi tradisi hingga terkesan terdapat unsur diskriminatif. Seharusnya pemerintah tanggap dan menindak tegas dengan hal-hal seperti ini yang telah merugikan masyarakat terutama bagi generasi penerus bangsa itu sendiri.(Muslimin)