Molornya Pelayanan BPN Kota Tangsel Dalam Mengurus Sertifikat

Teropongpost,Tangsel- Warga Pondok Benda Pamulang Tangerang selatan mengatakan dirinya telah melakukan proses Administrasi di Badan Pertanahan Nasional(BPN) bulan April lalu. Bahkan pada 25 April 2016 pihaknya sudah mendapatkan tanda terima berkas permohonan dari petugas BPN Kota Tangsel. Namun, dalam proses pembuatan sertifikat wakaf Masjid sampai sekarangpun belum terealisasi bahkan dari pihak BPN Kota Tangsel belum ada penjelasan soal penyelesaian untuk pembuatan Sertifikat wakaf Masijid yang berada di Pondok Benda Pamulang.

Sebelum pengurusan nazir Masjid, sempat bertemu dengan kepala BPN Bapak Alen agar pengurusan sertifikat wakaf Masjid sesuai Standar Operasional Prosedur(SOP) yang berlaku.

“saya membuat sertifikat wakaf masjid dari tanggal 25 april 2016, namun sampai sekarang belum jadi dan waktu saya mendatangi BPN Kota Tangsel katanya masih dalam proses.” ungkap Miskar Nazir Masjid tersebut.


Pelayanan Badan Pertanahan Nasional(BPN) Kota Tangerang selatan kerap menjadi keluhan masyarakat, dikarenakan kurang baik dalam proses mengurus sertifikat tanah dan banyaknya pengurusan tanah terhambat karna kurangnya berkas-berkas yang harus di penuhi, bahwa telah adanya tanda terima yang dikeluarkan BPN sebagai tolak ukur syarat yang dpenuhi telah lengkap sesuai administrasi dan Retribusinya telah terbayar.

Dari keterangan Miskar warga Pondok Benda, dirinya mengeluh tentang proses pembuatan sertifikat wakaf Masjid yang memakan waktu kurang lebih 9 bulan, disebabkan dari peraturan pembuatan sertifikat yang seharusnya selesai dalam waktu 98 hari jika memenuhi syarat. Akan tetapi dokumen saya sudah memenuhi syarat dan saat ini sudah melebihi jangka yang ditetapkan.

Dalam peraturan Kepala BPN No.1 tahun 2010 BAB V Pasal 8 ayat 2 adalah jangka waktu paling lama untuk penyelesaian masing-masing jenis pelayanan pertanahan yang dihitung berdasarkan hari kerja. Untuk itu, seharusnya berkas yang diajukan oleh Miskar dapat diterima dan diproses sesuai aturan tersebut,dan selesai dalam waktu yang telah ditetapkan, namun hal ini melebihi apa yang sudah di tetapkan oleh BPN.

“normatif nya 98 hari dengan asumsi tidak ada sengketa.” tutur Agus Efendi Kabid Humas BPN Kota Tangsel.

Seharusnya persoalan ini menjadi pekerjaan rumah untuk BPN Kota Tangsel agar kedepannya tidak terjadi lagi permasalahan-permasalahan seperti ini, supaya tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh terhadap kinerja BPN dalam pembuatan surat tanah di Kota Tangerang Selatan. sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi lanjutan kepada pihak Nazir Masjid, bahwa proses pembuatan sertifikat wakaf Masjid akan segera terselesaikan dalam prose yang pasti.(fajar/idris m)