Orang Tua Wali Keluhkan Pendaftaran Online PPDB 2016

Teropongpost, Tangsel.-Orang tua calon peserta didik baru berbondong-bondong mendatangi Dinas Pendidikan. Pasalnya, nilai ujian, pilihan sekolah tidak keluar dan dokumen tidak bisa di upload dalam pendaftaran PPDB melalui system online. sehingga dilakukan prapendaftaran hingga hari rabu pukul 24.00 WIB. Ini bukti tidak ada kesiapan dari Dinas Pendidikan dalam menyelenggarakan pendaftaran dengan sistem online.

Dengan sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya calon peserta didik baru merasa sangat dirugikan. Betapa tidak, harapan para calon peserta didik baru agar bisa mendaftar di sekolah-sekolah negeri semakin kecil. Mengingat sangat sulit untuk bisa masuk kesekolah-sekolah negeri ditambah sistem yang bobrok, makin mempersulit bagi calon peserta didik baru yang hendak mendaftar.


Menurut keterangan orang tua calon peserta didik baru yang tidak menyebutkan nama, bahwa pilihan kedua sekolah tujuan tidak keluar dalam pendaftaran PPDB online.

“Kan ada dua pilihan, yang pertama tidak masuk, harusnyakan muncul pilihan kedua, ini nggak muncul” ungkapnya, Selasa (21/06/2016).

Memang sistem pendidikan di negeri ini dapat dikatan masih jauh dari kata baik, selain jual beli bangku oleh oknum-oknum nakal ditambah lagi dengan sistem online yang kocar-kacir, semakin mempersulit calon peserta didik baru untuk mendaftarkan diri kesekolah-sekolah negeri. Bukan hanya itu, adanya program percepatan bagi siswa berbakat dan berprestasi yang juga dianggap sebagai salah satu faktor yang dapat memperburuk keadaan. Jika merujuk dalam Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 135 dan Surat Edaran Dinas Pendidikan No. 421/0381-Dispend/2016 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Program Percepatan/Pengayaan SD/SMP/SMA Tahun pelajaran 2016/2017, tidak mengatur jumlah kuota bagi siswa berprestasi yang dapat mengikuti program percepatan. Alhasil jumlah kuota penerimaan peserta didik baru dari setiap sekolah yang mengadakan program percepatan akan semakin berkurang.

Menurut Aminudin anggota LSM LIPPN bahwa sistem pendidikan di Indonesai harus diperbaiki.

“Sistem pendidikan kita memang sangat perlu diperbaiki, dengan adanya sitem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, ini sangat merugikan masyarakat”, tegasnya.

Selain itu program percepatan hingga saat ini tidak pernah diketahui jumlah dan nama peserta didik baru yang telah lulus melalui program tersebut, dikhawatirkan siswa berprestasi yang tidak lulus melalui program percepatan juga mendaftar melalui jalur regular ataupun seleksi online yang seharusnya tidak diperbolehkan. “Apabila diterima sebagai calon peserta didik di Program Percepatan, Pengayaan, dan Bakat Istimewa calon peserta didik bersedia membuat pernyataan tidak akan mengikuti PPDB Online Dinas Pendidikan, (sumber: persyaratan umum, sosialisasi PPDB 2016, http://www.sman2tangsel.sch.id/)”. Jika hal tersebut terjadi otomatis siswa yang hanya dapat mendaftar melalui jalur online semakin kecil harapan untuk bisa masuk kesekolah negeri.

Sistem seperti ini harus segera diperbaiki, karena maju atau tidaknya suatu negara dipengaruhi oleh faktor pendidikan, seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill serta pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan. (Mush)