P.T . PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAKARTA RAYA DAN TANGERANG AREA CIPUTAT, DIDUGA SARANG KORUPSI

Slide1

TeropongPost, Tangsel – Pelanggan listrik harus lebih berhati-hati menyikapi petugas P2TL (Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) PLN khususnya di PLN Area Ciputat saat ada pemeriksaan listrik di rumah anda, karena petugas P2TL berlindung berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) Nomor 1486.K/DIR/2011 tanggal 27 Desember 2011 tentang Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) dan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Nomor 33-12/600.1/2012, tanggal 09 Januari 2012. Pelanggan PLN harus mengenali petugas secara jeli mekanisme pelaksanaan P2TL. Konsumen sebagai pelanggan akan pusing saat terjerat OPAL oleh petugas P2TL.

Oknum P2TL dengan dalih melaksanakan OPAL menjalankan aturan direksi yang menjadi landasan bekerja sebagai petugas P2TL dalam melakukan penertiban, tentunya harus taat aturan dan dibekali kejujuran dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Sehingga melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangannya dan tidak menjadikan aturan sebagai alat untuk menjerat para pelanggan PLN, Abuse of power ( penyalahgunaan wewenang).

Salah satu tugas P2TL adalah OPAL ( Operasi Penertiban Arus Listrik), dalam operasinya Petugas P2TL adalah Operasi Penertiban Arus Listrik. Petugas wajib membawa identitas, maksud dan tujuan kedatangannya di rumah pelanggan listrik untuk memeriksa pencurian listrik para pelanggan listrik. Dimana wajib menunjukkan surat tugas, serta juga didampingi Ketua Regu P2TL yang notabene adalah pegawai PLN yang memiliki kompetensi dibidang P2TL (Brevet).

Tepatnya di Ciputat Tangerang Selatan (20/02), berdasarkan laporan pelanggan (Yus) diketahui belakangan bahwa H. Mahmudin selaku Ketua Regu P2TL dengan jabatan “Jumper Engenering P2TL dan Sigit Harsoyo dengan NIP 8211002 (Pegawai Outsorcing) dalam melakukan OPAL tertanggal, 2 Desember 2014 diduga tidak memiliki sertifikasi kompetensi dibidangnya (Brevet). Saat dikonfirmasi Tim TeropongPost di ruang ASMEN TE, H. Mahmudin tidak bisa menunjukkan kompetensi ( Brevet) tersebut. Bagaimana dapat dikatakan menegakkan OPAL kalau Ketua Regu tidak mempunyai kompetensi dan turun dalam penertiban tersebut, berdasarkan Pasal 3 Peraturan Direksi Nomor. 1486.K/DIR/2011 jelas melanggar aturan tersebut.

Bukan hanya disitu saja, berdasarkan temuan Tim TeropongPost terdapat Petugas yang mengatasnamakan P2TL Area Ciputat diketahui memakai Form Berita Acara Pemeriksaan (BAP) OPAL dan Berita Acara penyitaan Barang Bukti Hasil OPAL memakai Form tahun 2013. Padahal OPAL tersebut dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2014. Dimana kejanggalan lain ditemukan surat tugas dengan nomor 0021.STg/155/A.CPT/2014 (yang sama; Red) dipakai untuk penomoran BAP pelanggan yang terkena OPAL Dari hasil wawancara langsung TeropongPost, Menejer Area Ciputat Ir. Lala Arief Fadhila mengatakan, “ Berkaitan nomor tugas dan nomor BAP sama adalah “ HAK SAYA” dalam memudahkan pencarian, dan ini adalah tindakan internal kami ”, ucapnya.
Selanjutnya berkaitan nomor belangko BA 2013, Ir. Lala Arief Fadilah mengatakan, “ jangan – jangan ini kode percetakan ”, ucapnya. Tapi ucapan berbeda dilontarkan oleh ASMEN TE, Muhammad Amir dengan secara tegas mengatakan , “ INI TAHUN, BA 2013 INI TAHUN ”, ucapnya. Ini membuktikan dan mematahkan perkataan yang di jelaskan Menejer Area Ir. Lala Arief Fadilah tentang keraguan BA 2013.

Dapat dibayangkan dalam surat tugas apabila dipakai menjaring sepuluh pelanggan dalam satu surat tugas, maka akan sulit bisa dipertanggungjawabkan hasil OPAL para pelanggan masuk kedalam kas dan sistem pemasukan keuangan PLN Area Ciputat. Di dalam surat tugas tertulis dua belas orang dan OPAL dilaksanakan hanya oleh dua orang petugas saja. Apalagi OPAL dilaksanakan tanpa didampingi dengan Petugas Penyidik Sipil (PPNS)/Polisi Republik Indonesia (POLRI), dalam wawancara tersebut Ir. Lala Arief Fadila mengatakan, “ Yah memang idealnya PPNS/POLRI ada, Pada idealnya satu Regu ada satu PPNS dan satu POLRI dengan keterbatasan PPNS dan POLRI bisa jadi satu Regu tidak didampingi kalau ada masalah baru didampingi itu sitiuasional aja ”, tegasnya.

Apalagi belanko tahun 2013 (Sudah Kadaluarsa : Red) dalam P2TL, ini dibenarkan oleh Suyadi P2TL “ Belanko 2013 masih dipakai sampai saat ini ”, ucapnya. (Tahun 2015; Redaksi) pun belanko 2013 masih dipakai, bagaimana sistem audit keuangan PLN Area Ciputat, bila form BAP kepada pelanggan tahun 2013 dilakukan OPAL Desember tahun 2014 dan kejanggalan ini diduga kuat agar para pelanggan yang terjerat OPAL “ gaya koboi “ seperti ini melakukan sejumlah pembayaran yang mencekik leher para pelanggan.

Laporan keuangan berdasarkan belanko kadaluarsa OPAL 2013 yang dipakai sebagai hasil OPAL tahun 2014 menjadi dugaan kuat untuk memperkaya oknum pejabat PLN Area Ciputat yang mempunyai luas jangkauan kerja daerah ( CIPUTAT, PAMULANG dan CINERE ). Laporan keuangan yang sengaja di buat sebagai “ laporan gantung “ terindikasi kuat masuk ke kantong oknum pejabat PLN.
Modus operandi seperti ini menjadikan Tim TeropongPost mengumpulkan bukti-bukti mengarah bukan sebagai kelalaian menggunakan belanko kadaluarsa semata, dan sangat di luar dugaan, ternyata pada tahun 2014 lagi – lagi ditemukan belanko belum di cetak sama sekali oleh Manajer Area Ciputat berkaitan belanko Berita Acara (BA) dan belanko Barang Bukti (BB) hasil OPAL. Hal ini menguatkan ada permainan dengan berlindungnya petugas P2TL dalam modus OPAL yang di dukung dan di giring petugas seolah berdasarkan tugas OPAL resmi, sehingga pelanggan harus membayar sejumlah uang. Jelas dugaan kuat perbuatan ini sebagai modus operandi mengelabui pelanggan. Sehingga dugaan kuat unsur di sengaja oleh oknum pejabat sebagai “ PERBUATAN KORUPSI ”, beraroma kental. (lihat berita terkait modus operandi).
(TIM TP)