Paguyuban Pedagang Taman Jajan Menolak Keras Sistem Parkir Perjam

Teropongpost, Tangsel.-Pedagang Paguyuban Taman Jajan Samsat BSD memberikan penolakan terhadap sistem parkir perjam yang diberlakukan oleh PT. Mida Karya Parking (Mika Parking). para pedagang mengaku omset mereka menurun drastis karena sepi, pasalnya, Sistem parkir perjam yang diberlakukan untuk kendaraan roda empat kurang lebih sejak dua bulan lalu itu, dirasa sangat memberatkan para pelanggan sehingga berdampak buruk bagi para pedagang.

“Saya ingin parkir itu dikembalikan kepada pengelola awal lagi, yang petama kita sudah merasa nyaman dengan pengelola parkir yang lama, yang kedua dengan ada parkir ini omset pedagang menurun drastis, kasian pedagang” ucap pedagang saat ditemui di Taman jajan Samsat BSD, jumat (30/12).


Bukan hanya omset menurun, beberapa pedagang yang notabene pedagang kecil menengah sudah ada yang mengalami gulung tikar dan tidakl lagi berjualan dilokasi tersebut. Para pedagang mengaku mulai takut jika sitem parkir perjam tetap diterapkan, para pedagang yang lain akan terkikis dan habis pindah ketempat lain.

menurut Yon salah satu pedagang juga mengaku, sejak diberlakukan tarif parkir progresif, para pengendara mobil tidak mau lagi berlama-lama dan belanja ditempat itu karna menghindari kenaikan tarif.

“Orang yang bawa mobil sekarang segan untuk duduk berlama-lama disini, biasanya mereka lama-lamakan belanja, makan berjam-jam gitukan, kalo dulu empat ribu bisa long time, kalau sekarang jam masuk pertama empat ribu, nanti seterunya maksimal tujuh ribu, mereka lebih memilih makan diluar daripada disini” tuturnya.

para pedagang berharap agar pemerintah lebih memperhatikan terhadap usaha kecil dan menengah terutama paguyuban pedagang ditaman jajan, karna sejak diberlakukan tarif parkir progresif di wilayah tersebut , banyak pedagang yang merasa dirugikan bahkan sudah ada yang bangkrut. para pedagang paguyuban taman jajan menginginkan sisem parkir dikembalikan seperti semula. (Red)