Paris de la Mode Fashion School, Pendidikan Fashion Design dan Fashion Business Hadir di Tangerang

Teropongpost, Tangerang, – Kamis, 10 Oktober 2019.Paris de la Mode Fashion School mengadakan Press Conference, “Pendidikan Fashion Design dan Fashion Business”. Di Gading Golf Boulevard Ruko Beryl 1 No. 35-36, Gading Serpong Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Banten.

Gaya Hidup masyarakat modern terutama di Ibukota sangat konsumtif, namun karena belum diimbangi dengan kualitas industri Fashion di Indonesia, maka para masyarakat modern lebih memilih produk export daripada produk dalam negeri. Pada era globalisasi ini di segala sector mulai dari pasar hingga sumber daya manusia yang ada di Indonesia harus dapat bersaing dipasar lokal maupun global. Edukasi merupakan cara efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dalam menghadapi era yang penuh persaingan.

Dalam sambutannya Silvia Sujanto Deputy Principal yang akrabnya dipanggil Vivi mengatakan bahwa, mengucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan media, Ketua Asosiasi Ahli Design Pola Marker Indonesia, Para Instruktur, dan seluruh Desainer yang telah membantu proses acara ini berlangsung.
“Tujuan acara pada hari ini pertama, Bentuk eksistensi dan apresiasi kami didunia fashion, pendidikan terutama sekolah mode. Paris de la Mode ini telah dibuka sejak Januari 2019 lalu, jadi tepat hari ini 10 bulan kita baru berdiri. Dan telah hadir di Tangerang ini menjadi salahsatu sekolah fashion yang memberikan banyak pilihan program dan berusaha memenuhi kebutuhan Fashion. Kedua, kami ingin memperkenalkan secara resmi kepada rekan-rekan awak media, bahwa Paris de la Mode menyediakan sarana dan prasarana untuk bisa mengembangkan potensi generasi milenial terutama di bidang pendidikan fashion. Jadi kami ingin menciptakan lulusan dari sekolah kami yang bisa mengembangkan bakatnya di dunia fashion, untuk menciptakan masa depan sesuai dengan fashionnya, sesuai dengan keinginan hatinya khususnya di bidang fashion. Kami pun juga ingin menciptakan lulusan-lulusan kami yang bisa menjadi Fashion Entrepreneur kedepannya yang dapat bersaing dan siap bersaing di dalam dunia fashion,” ujarnya.

Paris de la Mode mempunyai Visi dan Misi untuk para Desainer Fashion School, Visinya Adalah Sekolah Mode desain produksi mode, dan riset bisnis untuk menghasilkan lulusan perancang busana papan atas Indonesia dengan perkembangan trend dan kemajuan teknologi. Akan menjadi pusat mode kreatif yang luar biasa di Indonesia yang semakin menuntut pola dan mode yang dirancang dengan baik dan mengikuti perkembangan teknologi masa depan.
Sementara itu Misinya adalah, Paris de la Mode Fashion School mengajarkan siswa untuk berkontribusi dan berhasil dalam industri dan masyarakat Mode, dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan yang berkualitas dan bertaraf Internasional yang lebih kreatif dan inovatif. Akan memastikan bahwa siswa dapat mengembangkan kedua keterampilan penting yaitu Penciptaan dan Produksi, penting untuk kesuksesan dan untuk menjadi pemimpin dalam ekonomi kreatif yang sedang berkembang. Serta menguasai teknologi Fashion Industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dan teknologi Cyber. Juga akan memimpin dalam menghasilkan pengetahuan Mode praktis dan oretis yang memungkinkan siswanya untuk lebih memahami dunia mode dan meningkatkan kondisi untuk Komunitas mode di Indonesia dan juga keseluruh dunia Internasional.
Paris de la Mode mempunyai guru-guru yang cukup dikenal di dunia Fashion, seperti Nona Eteng, Gita, Widi, Agatha, dan Herni.

Dalam sambutannya Syah Fitrian Ketua Asosiasi Ahli Design Pola dan Maker Indonesia mengatakan bahwa, sistem Digital atau Aplikasi yang canggih itu tidak hanya digunakan dibidang Tehnik saja. Bahkan, dibidang Fashion pun banyak diterapkan tehnik juga seperti aplikasi maupun mesin-mesin yang buat produksi.
“Jadi Produk Fashion yang berskala besar seperti beberapa Brand itu untuk proses produksinya sudah menggunakan teknologi canggih dan untuk skala kecilpun misalkan kita custom untuk Fashion bisa juga menerapkan Aplikasi Id Mesin,” jelasnya

Hesty Mauren Principal Fashion School “Paris de la Mode Fashion School menawarkan Program Study seperti, Fashion Design Creation Kursus, Desain dan Kreasi penciptaan Mode. Siswa akan belajar mengembangkan koleksi busana sendiri dari sketsa awal hingga kreasi desain mereka sendiri, gaya desain serta pengetahuan teknis termasuk aspek praktis dan teoritis dengan mengaplikasikan teknologi manual hingga Fashion desain digital 3 Dimensi.
Pattern Making and Production, Pembuatan Pola adalah fungsi jembatan antara desain dan produksi, sketsa gambar menjadi pakaian yang bisa dipakai dengan menggabungkan desain menggambar busana, memotong, mengukur, dan menjahit semua komponen garmen agar sesuai dengan lekuk tubuh yang sempurna.
Fashion Branding and Business Development, program ini juga mengajarkan tentang hukum bisnis, menyiapkan bisnis yang dapat diterapkan dan rencana pemasaran juga keterampilan penting untuk mempromosikan dan memperkuat merek dengan menciptakan titik penjualan yang unik di pasar mode.
“Itulah mengapa Paris de la Mode Fashion School memperkenalkan program ini, untuk memenuhi impian para murid dalam membangun merek dan memperkuat manajemen model bisnis,” ucap Hesty.

Alasan mengapa memilih Paris de la Mode Fashion School untuk belajar Fashion, yaitu:
1. Sertifikat Internasional.
2. Program lanjutan belajar dan bekerja di Industri Fashion.
3. Bagi para murid dan alumni diberikan Program Khusus untuk mendapatkan kesempatan dan peluang untuk menciptakan dan membesarkan brand dipasar lokal maupun Internasional.
4. Materi Pembelajaran yang distandari dengan kebutuhan perkembangan teknologi industri 4.0.
5. One on One Sistem.

“Semua ada di Paris de la Mode Fashion School. Tantangan yang harus dihadapi generasi di era industry 4.0, menuntut sumber daya manusia yang terampil dan cakap dalam menguasai bidang fashion dengan percepatan informasi dan teknologi yang berkembang pesat, adapun Program Study, One Intensive Class – One Year Program, Fashion Alternance Entrepreneur. Program Pendidikan lanjutan ke Paris hingga bekerja (Internship) di Paris,” jelasnya. (Tini/Arga)