Patut Dipertanyakan, Pembangunan Gedung DPRD Tangsel Tertutup Oleh Media

Teropongpost, Tangsel. – Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangerang Selatan kini telah dilanjutkan kembali. Pembangunan yang sempat mandek selama lima tahun tersebut telah sampai tahap tiga dan menelan anggaran Rp.34.559.350.000,- dari APBD Kota Tangsel.

Pembangunan gedung DPRD yang terletak di Wilayah Kecamatan Setu dan menelan anggaran milyaran rupiah tersebut kini tertutup oleh media. Hal demikian dialami oleh beberapa awak media yang datang kelokasi dilarang untuk meliput kegiatan pembangunan.

Menurut keterangan Scurity di Pos Penjagaan pembangunan gedung tersebut, media dilarang memasuki kelokasi pembangunan dan melakukan peliputan jika tidak membawa surat izin dari Dinas Tata Kota.

“Kalau tidak ada surat izin dari sana (Dinas Tata Kota, red), tidak bisa masuk ke dalam. Minta maaf, bukan tidak mau tapi ini yang diperintahkan, katanya tidak boleh masuk kalau datang tidak membawa surat ijin,” ujar Security di pos jaga, Selasa (26/9/2017).

Scurity proyek juga mengatakan beberapa hari sebelumnya terdapat sejumlah awak media juga dilarang memasuki lokasi dan melakukan peliputan, pasalnya mereka tidak mengantongi surat izin dari Dinas terkait.

“Beberapa hari yang lalu itu ada beberapa orang wartawan yang datang mau meliput di sini, tapi kita minta mereka pulang untuk ambil surat izin dari sana dulu baru bisa masuk,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut para awak media sepakat bahwa Pelarangan Awak Media untuk melakukan peliputan proyek pembangunan gedung DPRD Tangsel bertentangan dengan UU Pokok Pers No. 40/1999 dan UUKIP No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta UU No. 39/1999 tentang HAM Dan Kebebasan Manusia. (Tini/Mus)