“Pembuang Sampah Sembarangan” Tangkap Dan Bawa, Dapat Imbalan !!!

Teropongpost, Tangsel.- Ketua RT.003 RW.005 kelurahan pondok benda kecamatan Pamulang Kota Tangsel membuat trobosan baru guna menanggulangi kebiasaan warga membuang sampah sembarangan.

Trobosan itu berbentuk spanduk yang berisi kecaman keras bagi warga yang membuang sampah sembarangan sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dan peduli terhadap lingkungan. Siapa saja yang melihat warga membuang sampah sembarangan segera melapor dan menyerahkannya kepada Miskar selaku ketua RT setempat untuk diproses berupa teguran atau pemberian sanksi lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, Ketua RT Miskar bersedia memberikan imbalan bagi siapa saja yang mendapati warga yang membuang sampah sembarangan tersebut dan menyerahkannya ke-RT.

Menurut Miskar, sudah sering memberi peringatan kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, namun hal tersebut tidak dihiraukan dan masih saja didapati warga yang membuang sampah sembarangan.

“Udah sering kita tegur, bahkan sudah ada iuran sampah agar sampah-sampah di angkut, tapi masih ada aja yang buang di pinggir-pinggir jalan dan di lahan-lahan kosong”, Ungkapnya.

Permasalahan sampah hingga saat ini merupakan permaslahan yang serius bagi pemerintah terutama di Tangsel. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah hingga penyediaan bank sampah juga Program TPS 3R (Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuce dan Recycle), namun hal itu masih saja kurang efektif.

Kepala Seksi Pengumpulan dan Pemungutan Sampah Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman DKPP Kota Tangsel, Wismansyah Musa mengatakan DKPP membenarkan tindakan ketua RT tersebut, pasalnya masih banyak masyarakat yang tidak mau memberikan iuran sampah dan membuangnya dilingkungan lain. menurut Wismansyah Musa, hal seperti ini patut di apresiasi.

“Saya lihat bahasanya bagus, tangkap dan bawa dikasih hadiah, sebenarnya itu bentuk partisipasi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan, ini perlu di apresiasi” ungkapnya, Rabu, (27/01).

Tarif retribusi sampah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No. 9 Tahun 2014 tentang Retribusi Daerah. Namun masih banyak warga yang enggan untuk membayar retribusi sampah tersebut. Padahal persoalan sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah namun kesadaran masyarakat lingkungan mulai dari rumah tangga, RT, RW hingga Dinas Terkait.

Wismansyah Musa juga menegaskan, jika semua masyarakat ikut berpartisipasi dalam mengawasi lingkungannya maka persoalan sampah di Tangsel bisa teratasi. (Mush)