Pencatatan Sipil Kota Tangerang Selatan Di duga ada pungutan liar (PUNGLI)

Teropong Post, Tangsel-UU Nomor 24 Tahun 2013 pasal 79A menyebutkan bahwa pengurusan dan penertiban dokumen kependudukan (KK, KTP-el, Akta kelahiran, Akta Perkawinan, Akta kematian, Akta pengakuan anak dll) tidak dipungut biaya atau gratis. Namun dengan adanya UU ini pun petugas yang dipercayakan untuk melayani masyarakat dalam membuat KTP masih saja meminta uang pelicin kepada warganya.

Seorang warga di Tangerang Selatan mengeluhkan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan kartu tanda penduduk (KTP).dikarenakan ada oknum petugas meminta uang pelicin sebesar Rp 50 ribu bahkan Rp 500 ribu kepada warga yang hendak mengurus KTP. Padahal Pemerintah Kota Tangsel sudah menggratiskan pengurusan KTP.

Dari investigasi TP 10/03 warga Kelurahan Rempoa yang sedang mengurus KTP dan setelah beranjak dari loket seolah ragu untuk bercerita dalam ujarnya “boleh saya lihat bukti tanda terima pak, pak tolong ya pak, lima puluh ribu tapi kita kan nggak tau dia pegawai apakah dia udah PNS tau belum selama dua minggu pak. ujarnya

Walau sudah di bayar oleh warga tersebut tetapi masi saja pegawai pencatatn sipil Kota tangsel memberikan janji kepada warga selama satu minggu sampai dua minggu kedepan baru kartu tanda penduduk bisa diambil, namun dalam pembuatan KTP itu satu hari saja sudah bisa diambil selebihnya bisa sampai dua hari.

Secara tidak langsung pegawai Dinas Pencatatn sipil kota tangerang selatan tidak mematuhi atauran perundang udangan yang sudah di tetapkan yaitu UU No 24 Tahun 2013 pasal 79A terkai penerbitan dokumen. Salman