Spesifikasi Proyek “TIDAK BOLEH” di ketahui Publik, pembangunan Jalan Provinsi diduga dikorupsi

09

Teropongpost,Tangsel.-Pembangunan infrastruktur jalan Provinsi yang menelan anggaran Rp.152 milyar di Kota Tangerang Selatan saat ini sedang dalam pengerjaan. Diketahui proyek tersebut pengerjaannya dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan selesai diperkirakan Novembar 2016 mendatang.

Dengan anggaran secara multyyears dari Pemerintah Provinsi Banten yang tidak sedikit itu diharapkan kualitas jalan kota Tangsel khususnya dari Siliwangi sampai ke Simpang Muncul sesuai dengan yang telah direncanakan oleh Pemerintah. Namun dalam hal pengerjaannya banyak masyarakat yang bertanya-tanya, pasalnya tidak ada transparansi dari pihak pelaksana proyek.

Pihak PT. Brantas Abipraya menutup diri, tidak mau memberi informasi terkait spesifikasi detail satuan material dan satuan harga material. Menurut keterangan Joko selaku Kepala Proyek (Kapro), spesifikasi detail tidak boleh diketahui publik, malah mengarahkan ke Binamarga Provinsi Banten.

“Silahkan Tanya sendiri sama pak Asep di Binamarga Provinsi Banten, tidak boleh memberikan gambar kepada publik”, ucap Joko, senin (14/09).

Dengan tidak ada transparansi kepada publik, maka hal itu berdampak pada proses pembangunan jalan yang diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi. Hasil Pantauan TP dengan keadaan B0 (B nol RED),simpang Jl Parakan, nampak ketinggian lebih kecil dibanding dengan Jl Siliwangi, yang di jalan siliwangi berkisar sekitar 10 cm, sementara di simpang parakan sekitar 5 cm. Betonisasi bagian atas di jalan Siliwangi yang sudah dilakukan hanya menggunakan tie bar sebelah kiri dan tidak pada keduanya. Untuk maksimal kekuatan Beton, seharusnya dipasang kedua belah sisi beton karna fungsinya sebagai penyambung beton selanjutnya.

Akibat dari tidak adanya transparansi spesifikasi teknis, yang sudah dibuat oleh konsultan Perencana, pihak Pelaksana Proyek yaitu PT. Brantas Abi Praya, kuat dugaan adanya korupsi, material pembangunan Jalan Provinsi. Senada dengan itu menurut keterangan Joko (Kapro PT. Brantas), Pihak Binamarga Provinsi Banten, berperan aktif agar segala sesuatu dengan awak media, dan LSM yang menanyakan Spesifikasi detail Pembangunan, diharapkan tidak mendapatkan spesifikasi tersebut dari Pihak PT. Brantas Abi Praya, melainkan harus meminta sendiri ke Pihak Bina Marga Provinsi Banten.

Hasil Pantauan TP di direksi Kit, PT Brantas Abi Praya, spesifikasi gambar teknis secara detail, yang secara baku harusnya terpampang, namun tidak ditemukan gambar tersebut, hanya gambar denah lokasi yang didalamnya sudah ada gambar rencana jalan. Sudah sepatutnya Aparat hukum yang terkait, mulai jeli melihat keadaan pembangunan Jalan Provinsi di wilayah tangsel, yang sudah ada idikasi korupsi didalamnya, yang nota bene saling melindungi kejahatan korupsi antara pihak pelaksana, pengawas dan Binamarga Provinsi.

Dilain pihak, bisa saja keterlibatan oknum TNI dalam pengamanan Pembangunan Jalan provinsi, lebih bisa mengamankan dari sisi, kecurangan yang akan dilakukan oleh Pelaksana, sehingga masyarakat merasa enggan untuk lebih kritis, karena di banyangi dengan keadaan pengamanan dari oknum TNI. Sungguh Naif, jika keadaan demikian terjadi. Jika di singgung dengan pembangunan gedung walikota Tangsel juga pelaksana Proyek adalah PT. Brantas Abi Praya, dengan Pengamanan yang sama dari okunum TNI.

Bahwa Pengerjaan Proyek Jalan yang rentan terjadinya kecurangan pada saat pengerjaannya bukan pada hasil akhirnya, mulai dari kadar Beton, Pengujian Kadar Beton melalui slump test, kontruksi Pembesian, dan volume Beton itu sendiri. Dapat juga di pastikan adanya kecurangan pada hasil akhir, pengerjaan proyek Jalan beton, jika dalam kurun waktu masa pemeliharaan oleh pelaksana proyek, terjadi mutu kualitas yang buruk, pelaksana proyek dapat segera langsung memperbaikinya, tapi tidak serta merta seharusnya demikian, umur betonisasi jalan akan terukur dengan pasti setelah masa perawatan itu habis, bukan menjadi tanggungan pihak pelaksana Pembangunan Jalan, PT. Brantas Abi Praya.(Tim)