Pengibaran Bendera Merah Putih ukuran Raksasa (Jamboree Gugus Depan Agus Salim)

Teropongpost, Tangsel,-Pengibaran bendera merah putih ukuran raksasa dengan diameter seratus meter persegi dikibarkan di Taman Kota Witanaraharja Tangsel, namun hal itu bukanlah bendera terbesar yang pernah dikibarkan oleh Gugus Depan Agus Salim, sebelumnya bendera terbesar telah di kibarkan di Kalimantan dan Balik Papan yang telah mendapatkan rekor bendera terbesar dunia.

Rencananya Gugus Depan Agus Salim dalam jamboree nasional pada bulan agustus mendatang akan membuat pioneering terbesar dunia yang akan memecahkan rekor dunia.

Chairul Huda ketua panitia jamboree tingkat Gugus Depan Agus Salim menyampaikan “Kami menunggu dari Kwarnas, apakah memang Kwarnas akan menyetujui prososal yang baru saja kami ajukan, bahwa kami ingin pembukaan jamboree nasional 2016 itu spektakuler dengan pemecahan rekor dunia pembangunan peonering terbesar dunia”, ungkapnya, minggu (21/02),

Menurut Chairul Huda, jika Kwarnas menyetujui, maka pihaknya akan melakukan langkah-langkah persiapan dengan melibatkan seribu orang pramuka yang akan membangun pioneering dengan ketinggian seratus meter dan bendera seribu meter persegi.

Noer Bahry Nur dari Kwartir Nasional (kwarnas) menyatakan Gugus Depan Agus Salim memiliki inovasi bagus dan cara berfikir yang lebih luas. Dengan cara pandang seperti itulah sehingga Tangsel berani mengadakan acara tingkat Gugus Depan Agus Salim.

“Seharusnya jamboree itu adalah tingkat Kwarcab, tingkat Kwarda atau tingkat Nasional dan Dunia, tapi dia berani melakukan tingkat Gugus Depan. Kebetulan saja Gugus Depan ini adalah Gugus Agus Salim yang punya sejarah dalam Negara dan Bangsa ini”, ungkap Nur.

Dia juga mengaku salut dengan adanya inovasi pengibaran bendera dengan pioneering terbesar yang telah memecahkan rekor dunia di Kalimantan dan akan menyusul dalam jamboree nasional mendatang Gugus Depan Agus Salim telah mencanangkan pembangunan pioneering terbesar dunia.

Menurut Sapta Mulyana Kwartir Cabang (Kwarcab), kegiatan pramuka sangat penting guna menanmkan jiwa kebangsaan kepada generasi muda.

“Wawasan kebangsaan ini perlu ditanamkan sejak awal dan harus dipertahankan dan dipupuk terus, Mengingat banyaknya generasi muda yang terlena dengan narkoba dan lain sebagainya” tandasnya.

Supriyadi selaku inisiator kegiatan juga menyampaikan bahwa pembangunan pioneering dalam jamboree kali ini sebagai kesiapan untuk pembuatan pioneering terbesar dunia pada jamboree nasional.

“Sekarang ini Gugus Depan Agus Salim membuat pioneering sebagai kesiapan kita, yang sebelumnya pioneering tertinggi di balik papan kita laksanakan, memecahkan rekor dunia, kali ini hanya antar waktu untuk persiapan di Cibubur yang akan kita lakukan seratus meter dan seribu meter bendera merah putih akan menjadi rekor dunia untuk menyempurnakan rekor sebelumnya”, ucap Inisiator.

Bukan itu saja, Supriyadi juga menambahkan selain perhelatan pioneering terbesar dunia dihadapan dua puluh lima ribu peserta jamboree nasional ke-10, yakni sepuluh ribu koloni tongkat dari para penggalang dan rekor kebangsaan.

Nanang, Komandan Batalion Arhanud 01 juga hadir dalam upacara penutupan jamboree tersebut, “ tanggapan saya cukup positif sekali karena acara ini akan memberikan suatu dampak yang positif bagi pemuda Indonesia khusunya, bahwa mereka dapat berbuat yang positif dengan banyaknya pengaruh budaya-budaya luar”, tegasnya.

Nanang juga menambahkan selama tiga hari, berbagai macam kegiatan telah dilaksanakan, menurutnya kegiatan tersebut tidak monoton hanya sebatas baris-berbaris, namun terdapat kegiatan-kegiatan yang cukup menarik lainya.

“Pastinya seneng banget, apalagi seru kaya gini, saya gak bakal nyangka bakalan ahirnya kaya gini, orang tua malah nyuruh ikut, kan pramuka bagus buat kita memimpin di masa depan” ungkap Ayudiya Iskandar salah satu peserta jamboree dari MTs Al-fiah.(Mush)