Penutupan PBL “Kesehatan Masyarakat” Menjadi Prioritas

Teropong Post, Serang,- Hal yang sudah menjadi Keharusan di smester tujuh yaitu kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan program studi Kesehatan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan PBL sudah barang tentu bagian dari kurikulum pengajaran yang antara lain bentuk pengabdian masyarakat, mencari dan memecahkan masalah khususnya dalam bidang kesehatan.
Untitled-1-2zygwide9q7hk2d9uc268a
Rangkaian kegiatan BPL dimulai 14 Agustus sampai dengan 15 September 2015, diakhiri dengan penutupan dengan khidmat di Villa Pantai Florida Kampung Sirih, Serang. Penutupan ini tentu saja dimulai dengan penyampaian kata sambutan, penyampaian kesan dan ucapan terimakasih dari UMJ. Sebagai yang mewakili dalam hal kegiatan penutupan diwakili oleh dosen penanggung jawab mata kuliah PBL. Tidak luput pula hadir lurah sebagai tuan rumah antara lain Kamasan, Cinangka, Kubang Barus, Karang Suraga dan Sindanglaya. Penyerahan cindra mata dilakukan secara simbolis dari pihak UMJ kepada perwakilan masing-masing desa.
Untitled-3-2zygwkvv9fwtcuatym330q
Pembelajaran dari kegiatan tersebut, adalah langkah kongkrit dari peserta PBL kepada masyarakat di RT, 01 sampai dengan RT 08, dengan penyampaian materi antara lain bahaya merokok, HIV/AIDS, gizi buruk, ASI eksklusif, diare, CTPS, gosok gigi, DBD dan pemeriksaan garam yang mengandung yodium atau tidak, masyarakat mendapatkan manfaat baik dari segi kesehatan dan segi pengetahuan serta solusi untuk mengatasi masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat serta cara untuk mencegah terjadinya penyakit di sekitar maupun lingkungan.
Untitled-4
“Kami berterimakasih kerjasama yang sudah dijalin melalui kegiatan PBL di kelima didesa dengan kegiatan dari peserta UMJ, dengan penuh rasa tanggung jawab untuk terjun ke masyarakat, ini merupakan salah satu kegiatan yang tercantum pula dalam kurikulum”, tegas Ketua Pelaksana PBL.

Sebagai tempat berlangsungnya kegiatan di Puskesmas wilayah, kader PKK tentu saja dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan dan bentuk tindakkan nyata dari peserta PBL. Tentu dengan arahan dosen pembimbing kegiatan PBL, dengan fakta dilapangan bahwa, bukti nyata di wilayah masih saja terdapat warga terkena gizi buruk.

Ini merupakan tanggung jawab semua pihak untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif. Dengan keadan balita berumur 4 tahun dengan kondisi berat badan 3 kg, tentu ini sudah harus mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat untuk tanggap terhadap kondisi gizi di wilayah tersebut. Terlebih sudah menjadi perhatian khusus bagi pelayanan kesehatan secara Nasional bahwa generasi penerus bangsa, harus memiliki asupan gizi yang baik. (Fitri)