PENYITAAN YANG DILAKUKAN PPNS DAN SAT-POL PP, DALAM RANGKA PENERTIBAN LINGKUNGAN OLEH CAMAT SETU

Teropongpost. Tangsel- Bentuk usaha dalam pengelolaan tempat hiburan/Cafe yang belom memiliki rekomendasi dan perijinan yang sah serta kewajiban Pajak/Retribusi dari Dinas/Instansi/SKPD terkait, yang melanggar Peraturan Daerah sudah jelas dapat merugikan pendapatan APBD khususnya Kota Tangerang Selatan. Senin, 10/12/2016 dalam rangka penertiban lingkungan oleh Camat Setu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan penertiban serta penyitaan dikelurahan Babakan terhadap pengusaha yang belom meliki Pajak/Retribusi dari Dinas/Instansi/SKPD terkait.

Jika demikian usaha dalam pengelolaannya sudah memiliki rekomendasi dan perijinan yang benar serta kewajiban pajak/retribusi sudah di bayarkan, namun masih juga di tertibkan dan disegel dengan alasan melanggar peraturan daerah, salah satunya tidak memiliki rekomendasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Surat Keterangan Domisili Usaha dan tentang Ijin Gangguan serta Ijin Mendirikan Bangunan, Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu pengusaha dikelurahan Babakan dalam pengelolaan tempat hiburan/cafe sudah memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh pemerintah daerah namun masih tetap di segel. Seharusnya persoalan yang terjadi saat ini menjadi pertimbangan Pemerintah Daerah untuk pengawasan dengan adanya hal ini yang dapat membingungkan pengusaha yang sebagaimana mestinya sudah memiliki surat rekomendasi dari Dinas terkait.

Dalam rangka penertiban kenyamanan lingkungan yang dilakukan oleh penyidik pegawai sipil, satuan polisi pamong praja dan camat setu yang di dampingi TNI dan Polisi, ternyata ditemukan Miras Oplosan disalah satu rumah kontrakan. Lebih dari lima belas botol minuman yang ditemukan dan belom diketahui bahan yang digunakan untuk pembuatan minuman yang dijadikan oplosan. Namun hal ini pembuatan minuman oplosan masih dalam penyidikan pihak yang berwenang. “Idris M”