PERAN AKTIF AKADEMISI DALAM MENANGGULANGI PENYALAHGUNAAN NARKOBA

knk

Teropongpost, Tangsel.-Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, di Kelurahan Buaran, menyediakan konsultasi hukum gratis bagi masyarakat. Selain itu juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan-penyuluhan terkait hukum. Salah satu penyuluhan tersebut terkait pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba di RT.02 RW.01, selasa (25/08).

Menurut Septa Chandra, SH, MH, Dosen Hukum Pidana FH-UMJ juga pemateri penyuluhan tersebut.“Persoalan narkotika ini bukan hanya lokal, dalam arti persoalan RW sini ataupun Kota Tengserang Selatan, tetapi ini sudah menjadi isu atau masalah Negara sehingga perlu peran semua pihak menurut saya, peran aktif seperti Mahasiswa, Perguruan Tinggi menunjukan kepeduliannya, Tokoh Masyarakat, lingkungan dan juga Negara juga serius aktif memerangi narkotika ini” Tegasnya setelah menyampaikan materi.

Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini berdasarkan penelitian sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Bukan hanya di kalangan remaja di perkotaan, bahkan sudah menjalar ke kalangan anak-anak di daerah pedesaan.
nkk
Septa Chandra, SH, MH, juga meambahkan, “pencegahan menjadi bagian penting menurut saya, karna ini langkah awal, mencegah lebih baik daripada mengobati, saya kira narkotika bisa kita berantas di Indonesia ini, kita tahu dari data-data BNN setiap hari itu puluhan bahkan ratusan rakyat Indonesia hilang nyawanya akibat dari penyalahgunaan narkotika, sehingga program pemerintah tahun 2025 nanti Indonesia bebas dari narkotika itu bisa tercapai maka perlu sekali peran bagi semua pihak”,bubuhnya.

Direktur PLRIP-BNN, Ida Utari, pada Rakernis Terapi Rehabilitasi Napza pada 20 Maret 2014 di Kementrian Kesehatan menyatakan bahwa di dunia, pecandu narkoba berjumlah antara 15.5 juta – 38.6 juta. Prevalensi pengguna narkoba dunia adalah sekitar 5%. Di Indonesia pada 2015 diperkirakan sebesar 2.8%. Peningkatan sebesar 1,05% dalam kurun 10 tahun terakhir.(sumber: www.linkedin.com)

Menurut M. Tohir selaku tokoh masyarakat di Kelurahan Buaran:

“Saya terimakasih dengan adanya kegiatan seperti ini, akan terbuka baik penglihatan langsung maupun dia juga bisa mengoreksi diri bagi warga disini, seperti sekarang pengenalan masalah penyalahgunaan narkoba, meskipun dikampung, tapi sudah banyak yang terpengaruh, sangat mudah terpengaruh, dengan adanya seperti ini, anak yang belum mengenali dunia pelajar ataupun kurang pembinaan dari orang tua menjadi tau terutama terhahadap bahaya narkoba”, ungkap Tohir usai mengikuti penyuluhan.

Mencermati angka prevalensi dalam unit juta orang di tahun 2015, dimana apabila tidak ada penghambat penyalahgunaan narkoba, dengan asumsi penduduk Indonesia berjumlah 250 juta orang, maka di Indonesia diperkirakan sekitar 5.1 juta orang akan menjadi penyalahguna narkoba.

Dalam hal penanggulangan penyalahgunaan narkoba Yang perlu dicermati adalah tindakan dari pemerintah dalam hal pencegahan bagi pengguna dan pemberantasan bagi pengedar, serta dukungan dari masyarakat agar senantiasa membentengi diri mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, serta pengaruh dari budaya-budaya asing. (Muslim)