Peran Psikologi Dalam Pendidikan

Oleh: A.M Hanafi S.Pdi
Teropong Post, Tangsel-Dalam rangka membangun perkembangan sumber daya manusia (SDM) dilingkungan akademi pendidikan perlu adanya faktor pendukung untuk mengembangkan minat serta kreatifitas yang ada dalam diri mereka faktor yang paling penting yang harus dimiliki tenaga pendidik adalah ketika calon-calon para tenaga pendidik setidaknya memahami tentang psikologi pendidikan, pengalaman saya yang dilihat dapat berbagi. Ilmu selama saya mengajar disalah satu sekolah swasta tepat nya di daerah Parung Jawa Barat tentang faktor pendukung di dunia pendidikan saat ini.

1. Konstribusi Psikologi Pendidikan Terhadap Dunia pendidikan Dan Peserta Didik.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sudah sejak lama ilmu psikologi pendidikan telah digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori dan praktek pendidikan dan telah memberikan konstribusi yang besar terhadap pendidikan, diantaranya terhadap pengembangan kurikulum, sistem pembelajaran dan sistem penilaian.

2. Konstribusi Psikologi Pendidikan terhadap Pengembangan Kurikulum.

Dalam kajian psikologi pendidikan kaitannya dengan pengembangan kurikulum pendidikan terutama berkenaan dengan pemahaman aspek-aspek perilaku dalam konteks belajar mengajar. pada intinya kajian psikologis ini memberikan perhatian terhadap bagaimana input proses dan output pendidikan dapat berjalan dengan efisien.

Dengan demikian, kajian psikologis dalam pengembangan kurikulum seyogyanya memperhatikan kecerdasan, kemampuan, sikap, motivasi, perasaaan serta karakterisktik-karakteristik individu lainnya.Kurikulum pendidikan seyogyanya mampu menyediakan kesempatan kepada setiap individu untuk dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya, sebagai kodrat dari sang maha pencipta.
Secara khusus, dalam konteks pendidikan di Indonesia saat ini, kurikulum yang dikembangkan saat ini adalah kurikulum berbasis kompetensi, yang pada intinya menekankan pada upaya pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar .

3. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Sistem Pembelajaran.

Kajian psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori yang mendasari sistem pem-belajaran. Kita mengenal adanya beberapa teori dalam pembelajaran, teori tersebut antara lain: Teori Pengkondisian klasik/ classical conditioning, adalah Teori-teori klasik yang dipelapori oleh sosiolog Rusia Ivan Pavlo pada awal tahun 1900-an. Untuk menghasilkan teori ini Ivan Pavlov melakukan suatu eksperimen secara sistimatis dan saintifik, dengan tujuan mengkaji bagaimana pembelajaran berlaku pada suatu organisme.

Teori Connectionism adalah Dari eksperimen diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons, perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Bentuk paling dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi.
Teori Pengondisian operant/operant conditi-oning. Pengkondisian operan adalah jenis pengondisian di mana perilaku sukarela yang diharapkan menghasilkan penghargaan atau mencegah sebuah hukuman. Kecenderungan untuk mengulang perilaku seperti ini dipengaruhi oleh ada atau tidaknya penegasan dari konsekuensi-konsekuensi yang dihasilkan oleh perilaku. Dengan demikian, penegasan akan memperkuat sebuah perilaku dan meningkatkan kemungkinan perilaku tersebut diulangi.
Teori Gestalt, Teori ini merupakan teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan.
Teori Daya yakni belajar ialah mengasah/melatih daya-daya jiwa seperti, berfikir, ingatan, fantasi agar berfungsi secara tajam.

1. Agar seorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan;
2. Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain;
3. Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesulitan dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya;
4. Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelaku-annya;
5. Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil sambilan;
6. Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan;
7. Seseorang belajar sebagai keseluruhan, tidak hanya aspek intelektual namun termasuk pula aspek emosional, sosial, etis dan sebagainya;
8. Seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain;
9. Untuk belajar diperlukan insight. Apa yang dipelajari harus benar-benar dipahami. Belajar bukan sekedar menghafal fakta lepas secara verbalistis;
10.Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering mengejar tujuan-tujuan lain;
11. Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang menye-nangkan;
12. Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemaham-an;
13. Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.

4. Kontribusi Psikologi Pendidikan terhadap Sistem Penilaian

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan guna keberhasilan pendidikan. Melalui kajian psikologis kita dapat memahami perkembangan perilaku apa saja yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pendidikan atau pembelajaran tertentu.
Multiple Aptitude Test (MAT), Differensial Aptitude Tes (DAT), EPPS yang merupakan tes bakat umum mengenai kemampuan potensial dalam bidang tertentu dan alat ukur lainnya.

4. Psikologi Pendidikan dan Pendidikan.

Secara etimologis, psikologi berasal dari kata “psyche” yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan “logos” atau ilmu. Berkenaan dengan obyek psikologi ini, maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah perilaku individu dalam berinteraksi dengan ling-kungannya. Dengan demi-kian, psikologi kiranya dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Psikologi terbagi dalam dua bagian yaitu psikologi umum (general phsychology) yang mengkaji perilaku pada umumnya dan psikologi khusus yang mengkaji perilaku individu dalam situasi khusus, diantaranya:

a. Psikologi Perkembangan yaitu mengkaji perilaku individu yang berada dalam proses perkembangan mulai dari masa konsepsi sampai dengan akhir hayat;
b. Psikologi Kepribadian yaitu mengkaji perilaku individu khusus dilihat dari aspek – aspek kepribadiannya;
c. Psikologi Klinis yakni mengkaji perilaku individu untuk keperluan penyembuhan (klinis);
d. Psikologi Abnormal yaitu mengkaji perilaku individu yang tergolong abnormal;
e. Psikologi Industri mengkaji perilaku individu dalam kaitannya dengan dunia industri;
f. Psikologi Pendidikan : mengkaji perilaku individu dalam situasi pendidikan;

Dan disini saya sedikit mengkaji tentang psikologi pendidikan dan coba menyajikan dampak positif psikologi terhadap dunia belajar dan mengajar yang diberikan pendidik terhadap peserta didik nya dari berbagai aspek psikologi yang saya kemukakan kelimanya, sangat terkait dalam dunia belajar dan mengajar misal nya dari pendidik ke peserta didik nya merupakan satu ke satuan yang tidak bisa di pisah kan karena kelima nya sangaat berkaitan denngan dunia pendidikan.

a. Ontologis; obyek dari psikologi pendidikan adalah perilaku-perilaku individu yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan, seperti peserta didik, pendidik, administrator, orang tua peserta didik dan masya-rakat pendidikan.

b. Epistemologis; teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip dan dalil–dalil psikologi pendidikan dihasilkan berdasarkan upaya sistematis melalui berbagai studi longitudinal maupun studi cross sectional, baik secara pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif.

c. Aksiologis; manfaat dari psikologi pendidikan terutama sekali berkenaan dengan pencapaian efisiensi dan efektivitas proses pendidikan.
Dengan demikian, psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji perilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan.
Arti penting Psikologi Pendidikan bagi guru.

1. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.
Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru akan dapat lebih tepat dalam menentukan bentuk perubahan perilaku yang dikehendaki sebagai tujuan pembelajaran. Misalnya, dengan berusaha meng-aplikasikan pemikiran Bloom tentang taksonomi perilaku individu dan mengaitkannya dengan teori-teori perkembangan individu;

2. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.
Dengan memahami psikologi pendidikan yang memadai diharapkan guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan sesuai, dan mampu mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan individu, jenis belajar dan gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dialami siswanya;

3. Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling.
Tugas dan peran guru, di samping melaksanakan pembelajaran, juga diharapkan dapat membimbing para siswanya;
4. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.
Memfasilitasi artinya berusaha untuk mengem-bangkan segenap potensi yang dimiliki peserta didik, seperti bakat, kecerdasan dan minat. Sedangkan memotivasi dapat diartikan berupaya memberikan dorongan kepada siswa untuk melakukan perbuatan tertentu, khususnya perbuatan belajar;

5. Menciptakan iklim belajar yang kondusif.

Efektivitas pembelajaran membutuhkan adanya iklim belajar yang kondusif. Pendidik dengan pemahaman psikologi pendidikan yang memadai memungkinkan untuk dapat menciptakan iklim sosio-emosional yang kondusif di dalam kelas, sehingga pesertsa didik dapat belajar dengan nyaman dan menyenangkan;

6. Berinteraksi secara tepat dengan pesertanya.

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan memungkinkan untuk terwujudnya interaksi dengan peserta didik secara lebih bijak, penuh empati dan menjadi sosok yang menyenangkan di hadapan peserta didiknya;

7.Menilai hasil pem-belajaran yang adil.

Pemahaman guru tentang psikologi pendidikan dapat mambantu guru dalam mengembangkan penilaian pembelajaran siswa yang lebih adil, baik dalam teknis penilaian, pemenuhan prinsip-prinsip penilaian maupun menentukan hasil-hasil penilaian.
Dari apa yang di-kemukakan di atas me-rupakan faktor-faktor penting dalam menjalankan kurikulum untuk men-cerdaskan peserta dan generasi didik di bangsa kita, karena psikologi merupakan konsep dasar yang ada dalam individu manusia. Dari konsep Psikologi ini dapat memberikan perubahan yang sangat besar terhadap dunia pendidikan,peserta didikan kita di sekolah.

(Tangerang, 27 Februari 2015)