PETANI SENGSARA KARENA ANJLOKNYA HARGA KARET, LALU INI SALAH SIAPA

Teropongpost.Palembang– Banyak perkebunan karet maupun sawit di wilayah Sumatra Selatan Khusunya Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Ogan Komering Ilir (OKI). lahan perkebunan yang begitu luas yang seharusnya dilestarikan dan diutamakan untuk Pendapatan Daerah (APBD) namun semenjak turunnya harga karet petani bingung dengan turunnya harga karet. Seharunya penghasilan perhari bisa mencapai 50 rb, namun sekarang harga turun dari angka perolehan.

Banyak petani yang mengalami kerugian karena ketidak sesuaian penghasilan yang didapat dengan pengeluaran. Harga kebutuhan semangkin meningkat, namun harga karet malah menurun. Terpaksa petani karet harus menghemat dan bekerja keras demi mengcukupi kebutuhan hidupnya. Seperti yang dialami oleh Bapak Irfangi sekarang ini. Semenjak turunnya harga karet, terpaksa setiap hari Pak Irfangi harus bekerja serabutan.

“Saya melakukan pekerjaan serabutan ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari apa lagi masih ada pembayaran kredit yang belum lunas. Ya soalnya dari penghasilan dari karet tidak menjamin apa lagi sekarang harga karet turun dan juga sekarang getah karet tidak deras, harga kebutuhan semangkin melonjak bagai mana saya bisa memenuhi kebutuhan keluarga kalu harga karet terus turun seperti ini.” Ujar Pak Irfangi

Turunnya harga karet semenjak awal tahun 2015 memberi dampak terhadap petani karet yang seharusnya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari namun sekarang malah merugi. faktor yang mempengaruhi turunnya harga karet belum kita ketahui, namun persoalannya belum jelas, apa karna faktor jalan lintas sumatra yang kurang memadai karena jalan rusak parah sehingga harga karet turun. Atau pemerintah sendiri yang menurunkan harga karet karna ekspor yang tidak di perhitungkan oleh negara-negara bisnis.

Banyak masyarakat yang rugi semenjak anjloknya harga karet yang mulanya 1 kg bisa mencapai 10.000, sekarang turun menjadi 5000 /1 kg. Turunnya harga karet bisa membunuh petani karet yang penghasilannya mengharapkan dari kebun karet. Seharusnya pemerintah memperhatikan persoalan ini khusunya Gubernur Sumatra Selatan.

“Harapan saya pemerintah sumatra selatan memperhatikan kita, khususnya petani karet seperti saya.” ungkap Bapak Irfangi

Pengaruh anjloknya harga karet di Sumatra Selatan terpaksa petani karet harus menerima ini semua walapun dalam keadaan terjepit perekonomiannya, ini semua tergantung dari pemerintah yang memiliki kewenangan berkaitan perekonomian yang dialami oleh masyarakat Oku Timur dan OKI sekarang ini, dari mulai turunnya harga karet sampai sekarang tidak ada realisasi dari pemerintah untuk membahas apa yang dikeluhkan oleh masyarakat karena turunnya harga karet. Jika harga karet terus turun siapa yang bertanggung jawab atas penderitaan petani karet, dan ini tanggung jawab siapa. Dan diberikan sangsi tegas kepada para spekulan karet yang dalam penentuan harga, tentu harapan rakyat dalam intervensi penentuan harga pasar dilakukan oleh pemerintah setempat. (MAUL)DSCF0623