PPDB smp tangsel Masih Dilema Orangtua Murid

Teropongpost, tangsel,– Dalam rentetan penyelenggaran Penirimaan Peserta Didik Baru (PPDB) smp di Tangerang selatan, masih menyisakan kekecewaan dari orang tua murid yang ingin mendaftarkan anaknya lewat jalur online yang diselenggarakan oleh Dinas pendidikan dan Kebudayaan Tangsel.

Digelar mulai tanggal 4 juli 2017 sampai dengan tanggal 7 Juli 2017, Pendaftaran dibuka mulai dari pukul : 08.00 WIB s.d 14.00 WIB, kecuali untuk hari terakhir ditutup sampai dengan pukul 15.00 WIB. dari rangkaian pendaftaran dari hari pertama dan hari kedua, calon siswa dapat melakukan pengisian data secara mandiri lewat on line, namun dengan hal tersebut, ternyata terjadi gangguan terhadap pengisian data, sampai dengan dilakukan oleh panita, penggantian operator, dari dinas pendidikan dan kebudayaan tangsel kepada dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel.

Melalui konfirmasi Plt Kadis Pendidikan dan kebudayaan Tangsel melalui pesan singkat yang di sampaikan Teropongpost, menyatakan bahwa “YTH Bapak/ibu Ka SMPN, karena system online sedang dalam perbaikan, maka agar pelayanan PPDB sementara dilaksanakan secara manual”

Pada tanggal dan 8 dan 9 juli 2017, calon siswa sudah tidak dapat melakukan penginputan data kembali melalui situs ppdb.tangerangselatankota.go.id, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan mekaninisme penghitungan berdasarkan data yang diisi oleh pendaftar, secara real time (Jarak, Usia, Nilai SKHUBSD, Prestasi). Namun dari pergantian operator pengisian data oleh Dinas Komunikasi dan Informasi, tidak sesuai denga mekanisme penghitungan skor nilai yang ada yaitu dilema pada jarak zona pendaftar ke lokasi sekolah, bahwa hasil penginputan awal dan yang kedua sangat berbeda.


Dengan keadaan tersebut maka, orang tua murid banyak melakukan protes kepada panitia PPDB di dinas Pendidikan dan kebudayaan tangsel. Namun hal tersebut, tidak serta merta orang tua dapat mengetahui adanya rancunya sistem ppdb, karena tidak dilakukan sosialisasi pada situs resmi ppdb.

“Ini saya rasa faktor keberuntungan akhirnya, untuk dapat terseleksi di PPDB online, bisa di bayangkan yang protes begitu banyak yang datang, termasuk saya”, ujar orang tua murid yang enggan disebut namanya

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipilpun seolah di repotkan, dengan sistem ppdb online, pasalnya ada hal yang berkaitan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang harus di input oleh calon siswa pada situs online tersebut,
sementara masih banyak NIK yang belum teregestrasi dengan sistem e-KTP.

“Harapannya kedepan berikan kepercayaan dinas pendidikan untuk mengolah PPDB, yang lain support, dinas lain support, bukan malah memperkeruh, karena tetap saja yang menjadi sorotan dinas pendidikan”tegas Puji Imam Jakarsih, Spd,i, SH (Rh)