PT. PLN AREA DISTRIBUSI PAMULANG DIDUGA MONOPOLI KONSUMEN

Teropong Post, Tangsel – Listrik merupakan salah satu kebtuhan masyarakat yang paling mendasar, bisa dikatagorikan sebagai kebutuhan primer sampai saat ini. PT. PLN sebagai pengelolah kebutuhan listrik tentunya harus melayani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik tersebut, sesuai dengan motto dari PT. PLN yaitu bebas dari KKN. Apa jadinya kalau Listrik sebagai BUMN memainkan dan merugikan konsumen dalam arti memonopoli masyarakat. Padahal berkenaan dengan Listrik diatur dalam Undang – undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenaga Listrikan yang jelas menjamin masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik serta tidak memainkan apalagi merugikan masyarakat.

Dengan system Token (prabayar) masyarakat tentunya terlindungi akan pemakain listrik, karna dari system Token tersebut konsumen memakai dan membayar listrik sesuai dengan kebutuhannya. System Token dari tahun 2011 melindungi masyarakat, tapi apa jadinya kalau system Token mempunyai tagihan. Secara akal sehat manusia pasti bertanya – Tanya apa bisa system Token dikenakan tagihan layaknya Pascabayar sungguh mengherankan. Tepatnya di gang salak pamulang (20/04), lagi – lagi PT. PLN area distribusi Pamulang tidak putus dengan permainan petugas P2TL (http://www.teropongpost.com/p-t-pln-persero-distribusi-jakarta-raya-dan-tangerang-area-ciputat-diduga-sarang-korupsi/), kini hadir modus baru yang meresakan masyarakat dengan tagihan Token yang layaknya seperti tagihan listrik Pasca bayar.
20150424_193602

Terlihat jelas monopoli yang dilakukan PT PLN area distribusi pamulang. Dengan memainkan tagihan system Token, diduga PT. PLN area distribusi pamulang melakukan Korupsi dengan modus memainkan system tagihanToken kepada pelanggan seperti tagihan Pasca bayar. Ironis sebagai BUMN seharusnya PT. PLN area distribusi pamulang melindungi konsumen bukan merugikan konsumen, apakah motto bebas dari KKN hanya sebagai semboyan dalam penerapannya jauh dari motto tersebut. bagaimana perlindungan konsumen bagi si pengguna Listrik tersebut dengan modus – modus permainan PT. PLN yang memonopoli masyarakat.

Tentunya dengan kejadian tersebut sangat kuat dugan PT. PLN area distribusi pamulang sarang Korupsi yang memainkan dan merugikan masyarakat dalam memperoleh dan mempergunakan listrik yang selayaknya didapat masyarakat sebagai kebutuhan hidup. (MPR)