Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang Selatan tetapkan 4 Poin Raperda menjadi Perda

Teropongpost, Tangsel, – Kamis, 23 Mei 2019. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan mengadakan Rapat Paripurna yang bertempat di Gedung DPRD, jalan Puspitek Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan. Dalam Rapat Paripurna tersebut resmi menetapkan 4 poin Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Moch Ramlie sebagai Ketua DPRD Kota Tangsel ketika disinggung terkait Raperda Kebudayaan Betawi beliau mengatakan bahwa, “Kebudayaan Betawi merupakan modal dasar atau aset yang sangat penting guna mengembangkan prospek Wisata. Untuk itu, Perda tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi ini menjadi landasan Hukum untuk melestarikan kekhasan Kota Tangsel.
“Hadirnya Peraturan Daerah tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi diyakini akan mampu menjaga dan melestarikan Kebudayaan Betawi,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel Tb. Bayu Murdani juga mengatakan, jika adanya Perda tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi akan membuat masyarakat berhak memberikan masukan dalam upaya pelestarian Kebudayaan Betawi. Masyarakat juga berhak menyimpan, merawat, dan melestarikan naskah kuno Budaya Betawi dengan mendaftarkannya ke Perpustakaan Umum Daerah.
“Harapan kami dengan disahkannya Perda ini, masyarakat berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta melestarikan Kebudayaan Betawi,” ungkapnya.

Wakil Ketua II Taufik MA mengatakan bahwa, tujuan disahkannya Perda ini tak lain adalah untuk Pelestarian kekayaan Budaya di bidang Pariwisata, Sosial Ekonomi, untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan untuk melestarikan Kebudayaan Betawi.
“Tujuan lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk kesejahteraan dan perlindungan Hak Cipta Seniman Betawi, Membina dan Memfasilitasi Paguyuban Betawi, serta Perda wajib menetapkan Kesenian Betawi dalam Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah.” jelasnya.

Wakil Ketua III Amar pun menyarankan bahwa, Masyarakat harus diberi hak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam melestarikan Kebudayaan Betawi. Pemda secara berkala mensosialisasikan Peraturan Daerah tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi kepada penyelenggara Tempat Hiburan, Hotel, Restoran, maupun Agen Perjalanan Wisata.
“Untuk menunjang Pelestarian Kebudayaan Betawi, diperlukannya website sebagai alat berkomunikasi untuk mempromosikan dengan informasi yang berkualitas. Peran Pemda sebagai fasilitator wajib menjaga menata Pelestarian kreasi Budaya dan Peninggalan Sejarah.” tuturnya.

Sementara itu Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menjelaskan bahwa, Persetujuan terhadap empat Raperda ini menjadi langkah penting dalam proses penyelenggaran pemerintahan.
“Ini merupakan langkah yang penting dan strategis dalam proses penyelenggaraan tugas-tugas umum Pemerintah, Pembangunan, dan Pelayanan kepada Masyarakat,” ungkapnya.

Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kota Tangsel H.Chaerul Saleh mengatakan bahwa, 4 Raperda yang disahkan oleh DPRD terdiri dari Raperda inisatif dan Raperda dari Eksekutif.
“Empat raperda yang disahkan ada raperda inisatif dari DPRD dan ada dari Eksekutif,” katanya.

Dilain kesempatan Penggagas Raperda Kebudayaan Betawi yaitu Syihabudin Hasyim mengatakan bahwa, belum tersedianya Peraturan Daerah yang mengatur secara khusus dalam pengelolaan Budaya Betawi di Kota Tangsel, ini menjadi kendala dalam pelaksanaan pengembangan Budaya Betawi di Kota Tangsel saat ini.“Kita kan selama ini belum ada payung Hukum khusus untuk terkait Kebudayaan Betawi Kota Tangsel, sehingga dalam pengembangan dan pelestarian Budaya Betawi yang ada sangat terkendala, hingga akhirnya teman-teman Dewan sepakat untuk menginisiasi Raperda ini,” ujarnya.

Setelah Sosialisasi, Studi Banding, Fasilitasi, Asistensi Gubernur, serta Persetujuan DPRD dan Walikota Tangerang Selatan Kamis 23 Mei 2019 ini, sebanyak 4 poin Rencana Peraturan Daerah (Raperda) yang digarap Pansus menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Keempat Raperda tersebut yakni Raperda Pelestarian Kebudayaan Betawi, Raperda Pembentukan Penggabungan dan Penghapusan Kecamatan, Raperda Penanaman Modal di Kota Tangerang Selatan dan Raperda Bantuan Keuangan untuk Parpol. Telah Resmi menjadi Perda dan dicatatkan di Sekretariat Daerah.(Tini/Arga)