Rp.8 Milyar/tahun PAD Tangsel, Bila Perda IMTA Segera di berlakukan

Teropongpost, Tangsel,- Dengan menyandang kota perdagangan dan jasa yang sedang ramai di kunjungi investor baik dalam negri bahakn dari luar negri, Oting Ruhiyat Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Tangsel bahkan mengatakan ,tahun 2013 kemarin investasi penanaman modal dari perusahaan swasta Nasional bahkan multinasional sudah masuk ke Tangsel yang nilainya mencapai 20 Milyar lebih.

Terkait dengan hal itu, keberadaan tenaga asing di kota Tangsel jumlahnya cukup signifikan bila Perda IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Asing) sudah ditanda tangani oleh Walikota dan disosialisasikan sesegera meungkin, potensi pendapatan asli daerah bisa cukup besar, ujar Suyatman Kabid Penetapan Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Tangsel, kepada pers beberapa waktu yang lalu.

UU No 13. Tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan Pasal 42 ayat (1) menyatakan bahwa setiap pemberi kerja yang memperkerjakan tenaga kerja asing wajib memiliki izin tertulis dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk. Meskipun misalnya tenaga asing itu hanya namanya saja tercantum di akta sebagai Direksi, tetapi tidak bekerja di Indonesia dan tidak mendapatkan gaji dari Indonesia. Pengaturan lebih terperinci mengenai tata cara penggunaan TKA diatur di dalam Permenakertrans No. PER.02/MEN/III/2008 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

H.Purnama Wijaya saat ditemui di acara Penyusunan grand design Perda dan Perwal di telaga seafood Senin, 7/9/2014 mengatakan potensi pendapatan diperkirakan mencapai Rp.8 Milyar/tahun , dan Perda IMTA itu tinggal menunggu pengesahannya untuk disosialisasikan.

Namun Ervin, Kasie bagian Hukum Setda Tangsel, malah mengatakan sebaliknya ,bahwa Perda IMTA akan sulit mendapat pengesahan ,karena terkait retribusi ,dan pembagian urusan antar daerah mesti ada Keputusan Gubernur Banten untuk realisasikan Perda tersebut, Ditempat terpisah Purnama Wijaya Kadis Dinsosnakertrans Tangsel, menyatakan Perda itu hanya tinggal menunggu waktu saja untuk disahkan, dan pelimpahan wewenang sudah pasti diberikan oleh Provinsi , tambah Purnama.

Dalam keterangan pers-nya Suyatman Kabid Ketengakerjaan , malah mengungkap data , sejak September 2013 kemarin, pelayanan IMTA ada 227 orang asing dan diketahui mengurus perizinan. Sedangkan untuk pengurusan keberadaan sebanyak 293 orang dan pendamping tercatat ada 121 tenaga kerja asing di Kota Tangsel.

Nominal yang dikeluarkan setiap warga negara asing per tahunnya pun lumayan, yakni sebesar 1200 dollar Amerika atau sekitar Rp 13.500.000 bila rupiah saat ini diangka Rp 11.500. Jika dibayar perbulannya, para bule itu harus membayar 100 dollar Amerika atau Rp 1.150.000.

“Maka jika ditotalkan sekitar Rp 4 miliar per tahun yang disumbangkan tenaga kerja asing ke kas daerah,” ujar Suyatman beberap awaktu yang lalu. Hinga berita ini di muat belum ada jawaban resmi dari pihak walikota Tangsel ,alasan apa Perda ini belum bisa diberlakukan. (MUL)