Seminar Nasional BLUD III  Dan Launching Pedoman Teknis BLUD, Sertifikasi Teknisi Akuntansi dan Penganugerahan BLUD Terbaik Nasional

Teropongpost, Jaksel, – Seminar Nasional BLUD III diadakan di Hotel Horison Arcadia Mangga Dua Jakarta Pusat pada Sabtu, 24 Agustus 2019. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan publik,salah satunya adalah dengan mendorong PUSKESMAS dan RSUD untuk menerapkan pola pengeloaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menurut data dari Kementerian Kesehatan saat ini ada 9825 Puskesmas dan sebagian besar belum menjadi BLUD. Permasalahan utamanya terletak pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Dihadiri oleh R. Wisnu Saputro, SE (Kemendagri), Drg. Aditia Putri (Kemenkes), Dr. H Asep Sani Sulaeman MKes. (Adinkes), Niza Wibyana Tito M.Kom MM Direktur Syncore Indonesia.

Pada acara Seminar Nasional BLUD III ini terdapat serangkaian acara penyerahan award untuk puskesmas BLUD, RSUD BLUD dan Instansi BLUD Lain, launcing buku pedoman teknis PRA dan PASCA BLUD serta Wisuda Sertifikasi Teknisi Akuntansi Muda Bidang Kesehatan yang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknisi Akuntansi (LSPTA) serta penyampaian materi yang berkaitan dengan Permendagri No. 79 tahun 2018. Uji Sertifikasi Teknisi Akuntansi Muda Bidang Kesehatan dilakukan di Yogyakarta selama 3 hari. Acara Seminar Nasional BLUD III dihadiri para tokoh penting yang berpengaruh pada pembentukan regulasi tentang pengelolaan keuangan BLUD, yaitu Dirjen Bina Keuangan Daerah – Kemendagri, Dirjen Pelayanan Kesehatan – Kemenkes dan Adinkes.

Kintan Maulidia S.Psi. Selaku Ketua Panitia mengatakan “harapan kita dapat saling berbagi informasi tentang pengelolaan keuangan BLUD di Indonesia,kami berharap dengan diadakannya Seminar Nasional BLUD ini dapat memahami betapa pentingnya bidang pelayanan kesehatan dengan adanya BLUD, yang bisa menjadikan PUSKESMAS lebih meningkatkan bidang keuangan BLUD. Dalam seminar ini juga kami memberikan Awarding kepada PUSKESMAS yang sudah dipilih menjadi PUSKESMAS terbaik versi Syncore Indonesia,Awarding ini sebagai wujud apresiasi dan motivasi kami terhadap PUSKESMAS yang mempunyai kinerja yang baik terhadap PUSKESMAS BLUD dan sekaligus Launching Buku Pra dan Pasca BLUD,Software PJJO dan Software PPK-BLUD,akhir kata semoga semua peserta mendapatkan manfaat yang baik dalam seminar ini sehingga mampu meningkatkan kapabilitas pengelolaan keuangan BLUD di Instansinya masing-masing,” ujarnya.

Niza Wibyana Tito M.Kom MM dalam sambutannya sekaligus pembukaan mengatakan, kami selaku Syncore Indonesia penyelenggara Seminar berharap dapat saling berbagi bagaimana cara pengelolaan keuangan BLUD, pertama Launching buku ada dua, yang harapan kami akan kami berikan kepada Kemendagri terutama dan Kemenkes, Adinkes sebagai bahan diskusi referensi yaitu bagaimana persiapan-persiapan UPT untuk menjadi BLUD. “Sering sekali dicari oleh teman-teman PUSKESMAS terutama bagaimana setelah menjadi BLUD, apa yang kami harus lakukan bagaimana pola pengelolaan keuangan BLUD bisa dijalankan dengan baik, kemudian kami juga didukung oleh beberapa sistem dalam hal bagaimana melakukan pendampingan dan pencatatan keuangan dan mudah – mudahan dalam kesempatan hari ini bagaimana kebijakan pola pengelolaan keuangan BLUD pasca penerapan dikeluarkan nya Permendagri NO 79 Tahun 2018,” jelasnya.

Sesuai dengan tema besar Periode Kedua Pemerintahan Presiden Jokowi, “SDM Unggul, Indonesia Maju,” maka untuk memajukan pelayanan publik di PUSKESMAS dan BLUD harus di tempuh dengan peningkatan kapasitas SDM. Pimpinan dan Pegawai PUSKESMAS dan RSUD saat ini dituntut untuk berorientasi pada pelanggan,tanggap terhadap perubahan teknologi dan mampu berfikir layaknya seorang enterpeneur. Bukan jamannya lagi pegawai PUSKESMAS dan RSUD bermental kolonial “senang duduk di belakang meja dan minta dilayani”.

Tantangan ini perlu dijawab dengan sinergi lintas sektor,Kemendagri, Kemenkes, Asosiasi Dinkes dan Syncore Indonesia berupaya membngun program berkelanjutan untuk peningkatan kapasitas SDM di PUSKESMAS dan RSUD dalam tiga program utama. Program pertama adalah Sosialisasi Peraturan dan Pedoman Teknis Pra dan Paska BLUD, program kedua adalah Sertifikasi Teknisi Akuntansi BLUD dan program ketiga Penganugerahan BLUD Award untuk BLUD berprestasi nasional.

Berdasarkan penilaian terhadap 781 Puskesmas, 19 RSUD, dan 10 lembaga/instansi BLUD, Syncore Indonesia di tunjuk sebagai pihak independen untuk menilai BLUD terbaik, BLUD terbaik diberikan untuk kategori Puskesmas BLUD, RSUD BLUD dan lembaga BLUD lain dengan kriteria penilaian berupa konsistensi BLUD dalam menerapkan Permendagri No. 79 Tahun 2018, aspek ketepatan waktu dalam implementasi alur penatausahaan keuangan BLUD, aspek kelengkapan dalam menghasilkan laporan pertanggung jawaban dan laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah, aspek partisipasi BLUD dalam program pendampingan jarak jauh online.

Instansi penerima award BLUD terbaik sebagai berikut :
1. Puskesmas BLUD yang menerima award versi Syncore,yaitu:
a. Puskesmas Ampel II – Dinkes Kab. Boyolali.
b. Puskesmas Karawang Kota -Dinkes Kab Karawang.
c. UPTD Puskesmas Rawat Inap Cimalaka – Dinkes Kab Sumedang.
2. RSUD BLUD yang menerima award versi syncore adalah RSUD Kota Tangerang.
3. Instansi BLUD lain yang menerima award versi syncore adalah UPDB Kab Tangerang.

Diakhir pembicaraan Niza Wibyana Tito mengatakan, “semoga dengan adanya acara seminar ini diharapkan semua pihak dapat memahami betapa pentingnya instansi/bidang pelayanan kesehatan, dengan adanya BLUD ini bisa menjadikan lebih baik dalam meningkatkan kapabilitas di bidang pengelolaan keuangan BLUD,” pungkasnya.(Tini/Arga)