Seorang wanita tega membunuh dan membuang bayi yang baru saja ia lahirkan sendiri

Teropongpost, Tangsel, – Berdasarkan atas laporan warga berinisial (JL) Perempuan, Jakarta 24 Juni 1974, Katholik, Perumahan Mutiara Kedoya kembangan Blok I No.1B Kel. Kembangan Selatan, Kec. Kedoya, Jak-Bar.

Kepolisian Polres Tangerang selatan melakukan penangkapan terhadap seorang wanita berinisial (YN) alias YUNI 21 tahun, (JL) sendiri adalah pemilik sebuah Rumah Makan dibilangan Pondok Aren Tangerang selatan, ia melaporkan (YN) seorang pekerja yang masih baru dia pekerjakan, karena (YN) melahirkan sendiri di Rumah Makan miliknya lalu tega menghabisi nyawa bayinya sendiri dengan sadis kemudian jenazah dibuang kedalam Tong sampah.

“13 Januari 2018 sekitar jam 19.00 wib telah di temukan mayat bayi yang telah meninggal dunia dalam keadaan leher terpotong dalam tong sampah sebuah Rumah Makan Bebek Janda Jl. Senayan Utama Blok HJ nomor 1A pondok Aren Tangsel,
Hasil penyidikan team reskrim Polres Tangsel dalam hal ini team vipers mengungkap pelaku (YN) alias YUNI yang bekerja baru beberapa bulan dirumah makan tersebut, sengaja mengaborsi dirinya dengan cara memijat-mijat perutnya dengan mengunakan minyak kayu putih yang memang sengaja ia siapkan dalam tas”, ungkap Kapolres AKBP Fadli Widianto.

“tidak selang beberapa waktu kemudian lahirlah seorang bayi dari rahimnya, namun bayi tersebut tidak menangis hanya terlihat kaki dan tangannya saja yang bergerak-gerak, karena takut hal ini diketahui orang lain kemudian pelaku yang berasal Lelogama NTT tersebut, mengambil sebuah pisau yang biasa ia gunakan untuk memotong sayuran untuk digunakan memotong ari-ari dan kemudian memotong leher bayinya hingga meninggal dunia, Selanjutnya pelaku mengambil kantong plastik untuk memasukan bayinya kedalam kantong plastik dan membuangnya ke tong sampah”, jelasnya

Berdasarkan laporan dan bukti bukti yang ada seperti:
1. buah plastik warna hitam yang digunakan untuk membungkus bayi.
1. buah Pisau yang digunakan untuk memotong tali ari dan bayi.
1.Buah Temp’at sampah tempat ditemukannya jasad bayi.
1. Botol Minyak Kayu Putih.
2. set Baju yang digunakan pelaku pada saat melahirkan.

Besok kita akan mengundang psikolog untuk mengetahui sejauh mana kejiwaan tersangka, dan saat ini kami mohon maaf belum bisa memberikan kesempatan pada rekan-rekan media mewancarai pelaku dikarenakan masih dalam keadaan shok berat pinta Kapolres.

Pelaku akan kami jerat dengan UU Pidana sesuai dengan perbuatannya, Pasal 80 ayat (3) den (4) UU RI No.35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 75 ayat (1) dan (2) Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman s/d 15 Tahun. (Arga)