Siswi SMK Gagal Raih Masa Depan

Kurang Bijaknya Oknum Kepsek SMK BN, Akibatkan Siswi SMK Gagal Raih Masa Depan

SISWA CIPONDOH

       Tangerang Kota — Bukan salah bunda mengandung, tapi sekarang masih banyak perempuan hamil yang mendapat diskriminasi. Apalagi, kalau yang hamil itu masih berstatus pelajar. Mereka, justru dianggap sebagai aib dan dicabut hak-haknya sebagai pelajar.

       Seperti terjadi di salah satu Sekolah Swasta SMK Bangun Nusantara yang terletak di Jalan Sawah Darat Kelurahan Ketapang, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Mereka mengeluarkan anak didiknya sebut saja RN siswi kelas 12 AK 2 tersebut terpaksa harus putus sekolah dan menerima nasib tidak bisa mengikuti UAS dan UN.

     Ainin, ayah RN warga Kp Ketapang RT 02/03 Kelurahan Ketapang, Kec Cipondoh mengatakan, keputusan itu dianggap sepihak karena merasa anaknya dikeluarkan hanya melalui telepon oleh Walikelas, tanpa ada sehelai surat atau penjelasan secara langsung dari sekolah atau yayasan kepada dirinya. Ainin yang bekerja sebagai buruh ini menuntut kebijaksanaan sekolah terkait tragedi yang menimpa putrinya RN.

        Ainin menceritakan, Kejadian berawal pada Selasa (18/4) bulan lalu sekitar pukul 08.30 WIB, RN yang saat itu sedang menjalani hari ke dua UAS mendadak sakit pada bagian perutnya kemudian RN minta izin kekamar mandi, Tenyata ketika berada didalam kamar mandi RN mengalami pecah ketuban, kemudian pihak sekolah mencium aroma amis yang menyengat berasal dari kamar mandi tersebut.

       Setelah itu RN dipanggil ke ruang kantor untuk memberikan keterangan atas apa yang terjadi, dari situ diketahuilah bahwa RN memang sedang mengandung. Akhirnya pihak sekolah pun memanggil Orang Tua RN yang saat itu sedang bekerja.

      Merasa khawatir dengan keadaan sang putri ainin bergegas menjemput RN di sekolah. Setibanya disana, Ainin diberitahukan kronologis kejadian yang menimpa putrinya dan pihak sekolah meminta agar putrinya dibawa pulang.

        Sesampainya di rumah RN bergegas menuju ke kamar mandi hendak buang air dan rupanya disanalah dirinya (RN) melahirkan seorang bayi perempuan. Sontak keluarga RN menjadi geger setelah mendengar suara isak tangis bayi yang muncul dari kamar mandi.

       Ainin menjelaskan, “kami juga tidak menyangka jika anak saya ternyata sedang hamil padahal dia (RN) dilihat dari segi fisik pun tidak terlihat seperti orang hamil pada umumnya,” ujarnya belum lama ini.

       Dikatakan Ainin, bahwa pihak sekolah tidak memperkenankan putrinya ikut UAS dan UN. pihak sekolah mengeluarkan anaknya karena mereka mengklaim RN melahirkan di toilet sekolah padahal diketahui dengan jelas jika RN melahirkan di kamar mandi rumahnya.

      Masih kata ainin, seharusnya pihak sekolah mencarikan solusi agar RN bisa ikut UAS & UN bukan lepas tanggung jawab, sekolahkan rumah kedua bagi siswa/i jangan mentang-mentang kami orang kecil, sehingga kami diperlakukan seperti ini.

       “ini kan Negara hukum ada aturan dan Undang-undang, seharusnya mencari solusi bukan mencabut hak anak saya untuk meraih pendidikan,” katanya dengan nada kesal.

       “Siswa/I yang berada di rumah tahanan aja diperbolehkan ikut Ujian, masa anak kami yang ada dirumah tidak mempunyai hak ikut ujian,” keluh Ainin.

      Ditempat terpisah, saat wartawan sambangi pihak sekolah untuk meminta keterangan Rabu siang (30/04/14), Kepala sekolah Drs. Sudin enggan berkomentar dan menyangkal tidak adanya pemberhentian.

“Tidak ada anak didik yang kami berhentikan,” singkatnya.

      Seperti diketahui, hal ini sangat bertentangan dengan UUD 1945 pasal 28 c Ayat (1), UU No 20 Tahun 2003 tentang pendidikan nasional dan sitem Pendidikan (Sisdiknas) tentang persyaratan mengikuti Unas, pasal 59 dan 66 Ayat (1) UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, UU No 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia.   (Mul)