Tangkuban Perahu Antara Keindahan dan Ketidak Nyamanan

      image002Bandung TP,- Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat.

Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah pada siang hari dan 2 oC pada malam hari. Pemandangan yang disajikan di tempat wisata ini sangat mempesona, tempat wisata ini juga memiliki legenda yang sudah amat terkenal. Ya Sangkuriang adalah legenda dari gunung Tangkuban Perahu yang pastinya sudah anda ketahui.

image004Legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Jika ingin mengabadikan momen indah, untuk mengambil gambar maka ada beberapa tempat yang sangat cocok untuk berfoto – foto. Tempat – tempat yang cocok untuk berfoto antara lain kawah Ratu, Kawah Jurig, Kawah Domas, dan kawah Upas. jika sudah berkunjung sampai ke Kawah Ratu, baiknya untuk mendaki sedikit lagi ke stasiun geologi. Dari tempat tersebut bisa melihat semua aktifitas gunung Tangkuban Perahu.

Itulah beberapa hal yang bisa dinikmati ketika berwisata di gunung Tangkuban Perahu. Meskipun objek wisata Tangkuban Perahu sudah tidak berbahaya lagi, namun harus tetap waspada dan juga membawa berbagai macam perbekalan yang dibutuhkan. Bawa pakaian hangat karena lokasi objek wisata ini terkenal dengan udaranya yang sangat dingin. Oleh sebab itu, pastikan untuk membawa pakaian hangat.image006

Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda – tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda aktivitas gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber – sumber air panas di kaki gunungnya, di antaranya adalah di kasawan Ciater, Subang. Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga besar yang kini merupakan kawasan Bandung.

Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m di atas permukaan laut merupakan sisa dari danau besar yang terbentuk dari pembendungan Ci Tarum oleh letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung Sunda Purba terhadap peristiwa pada saat itu.

Aksesibilitas Dengan Kendaraan Rute jalan untuk sampai di kawasan obyek wisata Gunung Tangkuban perahu adalah melewati pintu tol Pasteur, dilanjutkan ke Jl. Dr. Djunjunan – lanjut ke Pasirkaliki – melewati Sukajadi – Setiabudi – Lembang lalu sampai ke lokasi Tangkuban perahu (Gerbang Atas).

Bila keluar melalui pintu tol Padalarang (via Cipularang), bisa ambil arah ke Cimahi lalu belok ke kiri melalui Jl. Kolonel Masturi, lalu terus saja ikuti jalan Kolonel Masturi hingga ujungnya (melewati daerah kecamatan Cisarua dan kecamatan Parongpong, Kab. Bandung Barat), lalu saat bertemu pertigaan Jl. Raya Lembang, belok kiri dan terus saja ikuti jalan melewati markas Brimob dll, sekitar 1 kilometer lagi akan sampai di Gerbang akses ke wisata kawah Tangkuban Perahu (kiri jalan).

Dari keindahan yang di tampilkan gunung Tangkuban Perahu terdapat ketidak nyamanan, terlalu banyaknya pedagang asongan yang menjajakan barang dagangannya secara berlebihan khususunya untuk tamu/ wisatawan kawasan Asia. Dari pantauan TP seorang wisatawan asal Malaysia diserbu empat orang pedagang asongan. Hal ini tentunya membuat para wisatawan merasa tidak nyaman, seperti yang dituturkan Azwar, Nazwar dan Achmad wisatawan asal Malaysia “saya kesini ingin melihat dan menikmati keindahan gunung dan alam disini, tapi banyak sekali pedagang yang selalu mengikuti merayu untuk membeli, sedangkan sudah saya katakan, tadi disana saya sudah membali untuk apa banyak – banyak?”

“Semoga pihak Dinas Pariwisata disini tanggap kalau kami ini datang ingin menikmati keindahan alam bukan semata – mata untuk Shoping,” tegas Nazwar. Untuk itu diharapkan kepada Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat agar dapat mensikapi, menata, dan memberikan arahan kepada para pedagang Asongan demi terciptanya kenyamanan bagi para Wisatawan. [Ridziq]