TEMU KANGEN BERSAMA CALON WALI KOTA Drs. H. Arsid M.Si

Teropongpost.Tangsel-Bersabar dan tidak keluar dari ketaatan bukan berarti kita meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar. Kita tetap diwajibkan untuk beramar ma’ruf nahi munkar kepada siapapun, termasuk kepada penguasa/pemimpin yang sesuai dengan kemampuan yang di milikinya. Acara temu kangen bersama calon wali kota Drs.H. Arsid M.Si yang di adakan di kediaman bapak Arsid (12/6).

Oleh karena itu lihatlah seorang pemimpin yang bisa memahami dan dapat memberikan tanggung jawab yang nyata tidak hanya janji-jani tapi paham masalahnya dan paham solusinya.

“Tangsel punya potensi yang cukup besar, Tangsel punya Sumber Daya yang cukup banyak, Tangsel banyak orang pinter, di Tangsel banyak Kiai besar dan Tangsel tokoh pemudanya cukup banyak. Nah kalau semuanya kita kumpulkan potensi itu untuk membangun Tangsel kita yakin Tangsel akan lebih baik kedepan. kita punya banyak doktor, komplek perumahan dosen UI, Kampus UIN dan UMJ saya yakin kalau itu kita ajak kerja sama kita minta sumbang sarannya, kita manfaatkan keahliannya untuk membangun tanggerang selatan insa allah tanggerang selatan akan lebih baik untuk kedepannya.” Ungkap Drs. H. Arsid M.Si calon Walikota Tanggerang Selatan

Seorang pemimpin diwajibkan mengerjakan semua pekerjaan kasar layaknya seorang kepala rumah tangga. Mulai dari subuh sudah bangun dan memulai semua kegiatan, urusan anak-anak serahkan kepada mereka semua, sampai urusan atap rumah bocor. wajar jika lelah bekerja seharian, jangan lepas dari tanggung jawab dan bisa memberikan ketentraman maupun solusi untuk setiap permasalahan.

“Mudah-mudahan keinginan saya sama dengan keinginan bapak-bapak semua. Tanggerang selatan butuh suatu yang bisa meng akumulir keinginan masyarakat Tanggerang Selatan. pemerintahan yang bersih harus terjadi ditangerang selatan, kalau ingin pemerintahan yang bersih ya pemerintahan yang bebas dari korupsi.” Ungkap Drs. H. Arsid M.Si calon Walikota Tanggerang Selatan

Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan, karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan yang Maha Esa (Maulana)