Proyek Infrastruktur Jalan Di RW.12 Kel. Pondok Benda Dugaan Adanya Korupsi

reni buar

Teropongpost, Tangsel.- menindaklanjuti pemberitaan Teropong post, sebelumnya “Pembangunan Peningkatan Infrastruktur Jalan di Jl. Wisanggeni Kel Pondok Benda Tangsel diduga adanya kongkalikong dari pihak Pelaksana dan Pengawas”, bahwa dengan akibat pengerjaan yang di biarkan lebih dari seminggu tidak dilanjutkan kembali akhirnya pembangunan jalan yang kembali dilanjutkan setelah adanya konfirmasi TP (Teropong Post,red), pengerjaan proyek dilakukan malam harinya pada pengecoran kira-kira pukul 24 dini hari sampai dengan pukul 12 siang, setelah dikonfirmasi Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK ), Ali Akbar melalui telepon seluler kira-kira pukul 07 pagi bahwa pembangunan tersebut di RW 12 di Jl. Wisanggeni Kel. Pondok Benda, Sabtu 12/09.

Berdasarkan pantauan TP, setiap kali pengecoran, pelaksana dan konsultan proyek tidak pernah ada di tempat, menurut informasi masyarakat dan mandor Pelaklsana proyek bahwa pelaksana proyek bernama Bahri dan tidak di ketahui atas nama badan hukumnya.

“Pengawas dua mobil langsung pulang, pembesian di gunakan hanya untuk mengurangi keretakkan aja” ucap Mandor.

Hingga saat ini K (Kadar Red) beton tidak pernah diketahui, saat pengecoran tidak pernah dilakukan Slump Test, padahal slump test sangat penting guna mengetahui mutu beton mulai kadar air sampai konsistensi perbandingan air dan semen. Papan Bagisting tertanam, hingga mengurangi ketinggian beton.

reni urab

Dengan tidak pernah ada pihak pengawas, dalam pengerjaannya cenderung asal-asalan. Diketahui rangka besi ∅ 10 (besi polos) di pasang untuk sebatas mengurangi keretakan saja. (red terlihat jelas dalam video liputan), untuk tie bar juga di ketahui tidak ada, apakah ini merupakan bagian dari spesifikasi, sampai berita ini di turunkan, dan di konfirmasi melalui pesan singkat kepada PPTK (Ali Akbar) tidak satupun konfirmasi TP di balas via pesan singkat.

“Pengecorannya sengaja dicampur dengan air dan dituang dengan gayung (kaleng bekas cat)”, ucap warga yang menyaksikan pengecoran.

Video Liputan

Ironisnya papan proyek hingga saat ini tidak pernah ada, padahal selain kewajiban pelaksana, Papan proyek merupakan hak publik atau masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana Negara menggunakan uang rakyat. Dan hingga saat ini pagu anggaran proyek tersebut tidak pernah diketahui, Pelaksana Proyek, konsultan Pengawas serta spesifikasi detail gambar proyek.

Papan proyek tidak lagi sekedar kewajiban pelaksana proyek (kontraktor) untuk membuatnya, tetapi sudah menjadi amanat kontrak kerja pelaksanaan yang sudah disetujui (dalam hal ini anggaran pembuatannya selalu dibuat dalam item khusus tersendiri), dalam kontrak kerja pelaksanaan

Dengan tidak adanya tarnsparansi dari pihak pelaksana, maka terkesan terdapat indikasi untuk mengelabui masyarakat. Hal ini jelas terdapat sesuatu yang ditutup-tutupi dari pihak pelaksana dan konsultan proyek sehingga mengindikasikan adanya dugaan korupsi. Keadaan demikian beberapa waktu yang lalu TP (Teropong Post Red) telah mengkonfirmasi ke humas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Tangsel, membenarkan bahwa tidak adanya papan proyek dilokasi dan tidak adanya gambar spesifikasi proyek yang biasanya terpampang di dalam direksi kit proyek.

Hal ini harus diperbaiki kinerja, mutu pelaksanan yang sudah menjadi Standar (SOP), tidak lagi ada alasan pembenar apapun, sering adanya oknum di lapangan pada saat pelaksanaan proyek yang menghalangi kegiatan proyek, demi mendapatkan keuntungan tertentu. Celah dan alasan ini kemudian menjadi hal yang akhirnya saling menutupi baik dari konsultan pelaksana, Konsultan Pengawas dan Pihak PPTK DBMSDA untuk menutupi kinerja, volume dan mutu yang buruk.

Sudah sepatutnya aparat hukum baik PPNS dan Kejaksaan harus lebih intensif untuk melakukan pengawasan sebelum pelaksanaan Pekerjaan, sebab hal yang sudah tidak menjadi rahasia umum untuk peningkatan Jalan khususnya betonisasi, pelaksana proyek diduga sering melakukan kecurangan pada mutu beton, volume beton, dan pembesian rangka beton. Selayaknya untuk mendapatkan efek Jera, berupa tindak pidana Korupsi menjadi nuansa yang kental untuk pihak-pihak yang terlibat dalam kecurangan dalam Pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan spesifikasi.(Tim)