Truck Nyasar Melintang Dijalan Menyebabkan Kemacetan Panjang

Teropong Post, Tangsel,– Dua truk terjeblos di selokan bahu jalan yang mengakibatkan kemacetan panjang dijalan siliwangi Pamulang hari ini, Rabu (06/05). Salah satunya yaitu truck pengangkut cairan pengeras semen dari PT Jayamix melintang di tengah jalan. Menurut Junaidi warga yang menyaksikan, truck tersebut hendak memutar arah, namun roda belakang terjeblos keselokan di bahu jalan.

“itu truck dari muncul, tadinya disuruh parkir disana karena sempit malah muter disini jadinya ya jeblos, dari jam enam atau tujuh pagi, terangnya.

Karena jalan terlalu sempit, truck pengangkut pasir juga terjeblos dibahu jalan berlawanan. Menurut keterangan supir, dirinya di arahkan oleh pihak Dishub untuk tetap melintas di depan truck yang melintang akibat terlalu pinggir ruang bahu jalan yang tersedia. Jalanan pun tertutup oleh dua truck yang terjeblos.

“Saya diarahkan oleh Dishub, ya sudah saya jalan saja, ya ahirnya jeblos. Kalau gak disuruh saya gak berani”, ujar supir truck pengangkut pasir.

Terlihat petugas Dishub telah ada dilokasi dan menertibkan pengguna jalan yang lain. Dua mobil derek juga terlihat dilokasi. Namun evakuasi terbilang cukup lama karena truck yang melintang tergolong angkutan berat yang lebih dari 8 Ton atau berkapasitas lebih dari 5.500 Kilogram. Berdasarkan Perwal Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Operasional Kendaraan Berat, seharusnya truck tersebut tidak dapat melintasi jalan siliwangi. Alasan dari Pihak Dishub bahwa supir truck masih baru.

“Truk ini dari subuh, sudah kami tegur dan kami arahkan untuk memutar arah ke tempat yang longgar, tapi sa ngeyel. Malah mutar arah disini, ya jeblos jam enam tadi”, tegas Cakra Anggopati selaku Danru Dishub.

Ketika TP menyinggung mengenai sosialisasi terkait Perwal Nomor 3 Tahun 2012, Pihak Dishub mengaku sudah mensosialisasikan Perwal Tersebut. Dishub juga memberikan tindakan kepada supir truck naas itu dengan menyita surat-surat kendaraan. Akibatnya jalanan rusak parah terutama di halaman teras ruko milik warga yang dijadikan pelintasan sementara. (Mush)