Ujian Sekolah Smk Muhammadiyah 3 Tangsel Berbasis Server IT

Teropongpost, Tangsel, – Smk Muhammadiyah 3 kota Tangerang Selatan tampil beda dengan ujian tanpa kertas dan metode mengajar dan belajar berbasis Server IT. Beralamat di Jl. Dewi Sartika Gg. Nangka No 4. Cimanggis Ciputat, kota Tangerang Selatan, Banten.

Rabu 6 Desember 2017, Erwinsyah S Kom Selaku ketua IT Dan kurikulum. Saat diwawancarai awak media online dan cetak mengatakan ” sistem IT kami sekarang ini mengacu kepada ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dimulai dari ujian semester, kami sudah menggunakan sever IT. “Karena dari sisi IT nya sendiri sayang sekali jika server digunakan hanya setahun sekali, jadi dalam mengajar dan belajarpun kami gunakan server setiap harinya.

Gadget kitalah sebagai ganti bukunya, kami pernah coba kesiswa dalam semester genap, mereka pun antusias menyambutnya, tak ada kendala yang berarti sekedar lupa password, lupa membawa gadget.
Selama ini kami menggunakan situs web yang dapat di buka melalui beberapa browser, untuk menggunakan IT yang berbasis Android kami akan launching APK-nya dalam beberapa waktu lagi, Dikarenakan di sekolah kami ini baru penataan infrastrukturnya saja, untuk semua peralatan sudah mumpuni.

Program kami tahun depan insya Allah dari pihak sekolah akan menyediakan TAB, untuk kegiatan belajar para siswa, siswa sendiri dapat membelinya dengan dicicil kepihak sekolah, dana bos juga akan kita manfaatkan.
Sudah 1 tahun sekolah kita menggunakan server IT,Sementara analisisnya hampir dua tahun. penggunaan server IT disekolah kami menggunakan jaringan wifi. Dan yang paling penting ini semua offline, jadi mereka mudah mengaksesnya.

“Alat ini juga dapat untuk komunikasi / Chat antar siswa saat belajar didalam kelas atau dengan guru pengawas, Alhamdulillah kami sudah mempunyai 3 server yang kami bagi 1 server 1 tingkatan untuk menunjang KBM ini,” pungkas erwinsyah.

Sementara itu, Muhamad Iqbal Aksara siswa kelas 12 Smk muhammadiyah 3 menyampaikan, “ujian berbasis server IT ini sangat efisien hemat kertas atau Go green. lebih mudah diakses dengan cepat dan efisien, saya berharap untuk adik-adik kelas saya bisa memanfaatkan teknologi ini semaksimal mungkin, menurut saya ini sangat luar biasa teknologi canggih untuk pengajar dan pelajar,” jelas muhamad.

“Dengan bahasan berbeda ditempat yang sama, Darmawan SE. Selaku tata usaha dan keuangan menambahkan, siswa kelas satu (1) dan tiga (3) berjumlah lima ratus delapan puluh sembilan (589) siswa,Tahun lalu tahun 2016 kami mengajukan program indonesia pintar (PIP) untuk 250 siswa alhamdulilah turun semua.
Sementara untuk tahun 2017 mengajukan pip bagi 50 siswa, dan kartu indonesia pintar (KIP) untuk 130 siswa yang akan turun anggarannya tanun 2018.
Untuk bantuan pip dan kip sendiri persiswa mendapat bantuan 500 ribu Rupiah, untuk murid kelas satu. kelas dua,mendapat bantuan sebesar 1.000,000 Rupiah,” terang Darmawan.

“Di wilayah Tangerang Selatan Sekolahan kita yang pertama kali menggunakan Server berbasis IT ini, dan semoga disekolah sekolah lain bisa menggunakan server berbasis IT ini juga, buku paket juga tetap ada dari program pemerintah akan dijadikan buku Digital dan buku juga bisa di investasikan di Perpustakaan. Kami harap ada perhatian dari Dinas terkait dan khususnya dari Wali Kota Tangsel,” pungkas Hadi sabaruddin S. Sos. (Arga)