Workshop dan Hunting Jadul Photo Community

Kebumen, TeropongPost,- Komunitas fotografi Jadul Photo Community Kebumen, gelar Workshop fotografi yang dipusatkan di SMKN 1 Karanggayam, Kebumen beberapa waktu lalu.  Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, diramaikan oleh tiga SMK yakni, SMK 1 Karanggayam, SMK 1 Kebumen, dan SMK Tamtama Kroya. Banyaknya siswa yang mengikuti workshop menambah semangat para narasumber yang hadir pada acara tersebut.

Workshop fotografi menghadirkan beberapa narasumber seperti Anto Jadul (Ketua JPC), Daniel Tessa (fotografer profesional sekaligus ketua umum JPC Kebumen), Eri Wibowo (fotografer spesialis macro), Iqbal Kautsar dan Sandra Devi yang tergabung dalam JPC. Acara dimulai dengan pemberian materi dari penasehat Jadul Photo Community.

Anto mengatakan, konsep didalam fotografi adalah raja, saya mengawali fotografi hanya dengan kamera poket film plastik yang saya beli diloakan, tapi walaupun saya hanya menggunakan kamera poket saya tidak malu untuk berkarya.“Terbukti saya mendapatkan 9 penghargaan dengan memotret anak-anakku dengan konsep-konsep nasionalis, jangan pernah malu untuk berkarya walaupun hanya dengan kamera HP sekalipun,” ujar Anto dengan semangat.

Kabumen(2)            Daniel Tessa, Ketua Umum JPC Kebumen menjelaskan, basic dalam fotografi itu bukan hanya konsep saja tetapi teknik juga menjadi pelengkap untuk menjadikan sebuah foto yang mempunyai makna dan nilai. “Foto mau apapun fotonya kalau punya konsep pasti punya nilai, dalam membuat suatu foto yang mempunyai nilai banyak sekali media yang bisa digunakan seperti, kamera HP, kamera digital, dan kamera DSLR. Masing-masing dari media tersebut memiliki teknik. Jangan pernah takut jika belum mengerti dengan tekniknya, bermainlah dengan konsep nanti teknik tersebut akan bisa dipelajari melalui konsep-konsep tersebut,” ujarnya.

Eri Wibowo mengatakan, foto macro adalah foto hewan-hewan kecil yang diperbesar, saya mengawali fotografi kurang lebih dua tahun yang lalu, dan yang mengajarkan saya tentang dasar fotografi adalah mas Anto Jadul, waktu itu saya belajar fotografi hanya satu jam dengan objek kunci mobil saya yang ditaruh di atas tempat sampah terus difoto pakai lensa zoom sehingga menghasilkan “bokeh” istilah dalam fotografi.

             “Saya merasa kagum dengan hasil foto yang sangat indah itu, kemudian saya mempelajari berbagai teknik dasar fotografi melalui banyak media dan mencari tahu kesenangan atau keahlian saya dalam potografi itu apa, ternyata saya lebih mahir dalam foto macro. Foto macro adalah foto serangga yang diperbesar dan menghasilkan objeknya yang tadinya biasa menjadi luar biasa,” ujar Eri Wibowo.

Teori terakhir disampaikan oleh Iqbal Kautsar, seorang blogger. “Saya lebih fokus di dunia traveling, ketika saya jalan-jalan saya mencoba untuk mengabadikan dengan memotret, waktu itu hanya pakai kamera poket saja atau bahkan dengan kamera HP, tapi yang terpenting adalah ketika kita memotret itu tidak hanya sekedar memotret saja, harus ada komposisinya.kabumen(1)

           “Blog itu berfungsi sebagai pemberi informasi kepada orang lain, bahkan juga bisa sebagai ajang famous, misalkan seseorang mencari sesuatu melalui Google dengan mengetik keyword “Kebumen”, orang tersebut akan lebih tertarik membaca di blog dibandingkan di facebook. Dengan tulisan itu kita juga bisa mempromosikan mengenai Kebumen melalui blog tersebut,” ujar Iqbal.

Usai teori, workshop dilanjutkan dengan hunting bersama disekitar lokasi, kegiatan disambut antusias peserta, karena model pemotretan adalah para siswa – siswa dari sekolah tersebut. Sejumlah guru SMK 1 Kebumen dan SMK 1 Karanggayam ikut mendukung dengan membuat suatu konsep foto. Konsep-konsep tersebut diantaranya, konsep hijab dan konsep jadul atau klasik.

Hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan hunting bersama di lokasi objek wisata pemandian air panas (PAP), Krakal. Puluhan siswa dan fotografer mulai memadati PAP untuk bergabung dalam kegiatan hunting bersama JPC Kebumen. Kali ini konsep yang dihadirkan sangat menarik yaitu, konsep budaya (wayang) dan konsep Bali.

Terlihat beberapa model asik berpose dengan karakter yang diperankan masing-masing. Ada yang memakai kostum wayang, kostum Bali sampai dengan kain jarik yang dipakai sebagai kemben. Daniel Tessa terlihat sibuk mengarahkan model dan Anto Jadul membantu para siswa dan fotografer untuk mendapatkan komposisi yang bagus dalam memotret. Setelah puas memotret di PAP, acara hunting dilanjutkan dengan memotret di kampung batik, khusus konsep batik didukung langsung oleh Batik Kebumen Pawitah Batik.

Beberapa model sudah terlihat anggun dengan batik yang mereka pakai. Tanpa basa basi para potografer pun langsung mengeksekusi para model dan mengarahkannya dengan pose-pose yang cantik. Terlihat juga tiga wanita yang sedang asik membantik, dengan tangannya yang cekatan mereka terlihat mahir sekali dalam membatik. Batik-batik yang dihasilkan pun sangat indah.

Ketua Harian Ario M Sano mengatakan, dengan berlatih membuat konsep foto, setiap foto tidak hanya sebagai gambar saja, tetapi memiliki cerita dan pesan untuk disampaikan. Wakil ketua Prajna Bhadra atau yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan bu Nana ini menambahkan, kegiatan tidak berhenti sampai disini saja, tetapi akan menjadi sebuah pembelajaran terus menerus. Setiap peserta diminta untuk mengupload foto terbaik mereka di grup JPC Kebumen yang nantinya akan dipilih beberapa foto terbaik dan akan diberikan penghargaan dari Kepala SMK 1 Karanggayam sebagai indikator kemajuan karya siswa.

“Selanjutnya akan diadakan pameran foto di sekolah masing-masing sekaligus sebagai unjuk karya untuk orang tua peserta didik, mudah-mudahan nanti bisa diselenggarakan pameran foto pelajar di tingkat Kebumenu,” pungkasnya.  [Dev]