Dapat Penghargaan Teropong Democracy Award 2020, Irwan Tegaskan Komitmen Akan Terus Kritis

Teropongpost, Jakarta, –Anggota Komisi V DPR RI Irwan merasa terhormat dan bersyukur telah mendapat penghargaan Anugerah Teropong Democrary Award 2020 dengan kategori Best Freedom Of Speech.

“Alhamdulillah sebuah atensi dan momentum yang bersejarah di hari sumpah pemuda bagi kami mendapatkan apresiasi dari teropong senayan,” kata Irwan usai mendapatkan award melalui siaran virtual, Rabu (28/10/20).

Irwan mengatakan, kalau penghargaan ini juga dapat menjadi komitmen dirinya untuk terus kritis dengan memperjuangkan kebebasan berpendapat.

Selain itu dengan penghargaan tersebut, Politisi asal Kalimantan Timur tersebut juga mengatakan bahwa penghargaan ini dapat memperkuat literasi.

“Untuk menjadi komitmen bagi kami untuk terus kritis memperjuangkan kebebasan berpendapat dan mendorong memperkuat literasi untuk menangkal berita hoaks dan kebohongan,” katanya.

Irwan juga mennegaskan akan mendorong kebebasan pers agar menjadi lebih penting terutama di tanah air.

“Tentu kami sangat bahagia dengan penghargaan ini dan kami akan bersama dengan kawan Teropong Senayan untuk menghadirkan demokrasi yang tidak dibungkam dan dibunuh untuk cita cita bangsa kita ke depan,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut juga diumumkan para tokoh yang terpilih menerima Anugerah Teropong Democrary Award 2020 dalam beberapa kategori. Penghargaan kategori National Figure, diberikan kepada Wapres K.H. Ma’ruf Amin, Sudirman Said, dan Abraham Samad.

Penghargaan kategori Voice of Democracy diberikan kepada Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, dan Fraksi Partai Amanat Nasional. Penghargaan kategori Hope of Democracy diberikan kepada Jazuli Juwaini, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Ahmad Riza Patria.

Adapun, penghargaan Best Freedom of Speech diberikan kepada Lamhot Sinaga, Irwan (anggota Fraksi Partai Demokrat), Yorrys Raweyai, Benediktus K. Harman, Herman Khaeron, Syariefuddin Hasan, Alien Mus, Yaqut Cholil, dan Mardani Alli Sera.

Lalu, penghargaan kategori Rising Star of Democracy diberikan kepada Bambang Soesatyo, Benny Ramdhani, Agus Harimurti Yudhoyono, Ahmad Syaikhu.

Acara diselenggarakan secara virtual melalui platform Zoom dan dihadiri oleh Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) Basuki T. Purnama, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani dan seluruh penerima penghargaan.

Pemimpin Redaksi Teropong Senayan, Rihad Wiranto mengatakan, tantangan terbesar Indonesia sepanjang 2020 adalah mewujudkan ketahanan demokrasi. Hanya dengan upaya membangun ketahanan demokrasi, maka sistem politik demokratis baik secara prosedural maupun substantif dapat terus meningkat kualitasnya.

Menurut Rihad, pandemi Covid-19 serta sejumlah isu perundang-undangan menjadi musabab yang mempengaruhi dinamika demokrasi. Dalam kondisi yang rumit itu, teladan demokrasi amat dibutuhkan sebagai bintang penuntun untuk membawa demokrasi Indonesia ke arah yang diharapkan bersama.

“Ketahanan demokrasi sangat terkait dengan keberhasilan mewujudkan komitmen berdemokrasi. Maka, penyelenggara negara berikut juga masyarakat sipil perlu mengawal demokrasi. Jika tidak, maka bisa berdampak buruk terhadap ketahanan demokrasi,” kata Rihad.

Meski begitu, lanjut Rihad, patut diakui selama ini ada beberapa sosok maupun golongan yang ‘diam-diam’ maupun terang-terangan berupaya membangun jalan demokrasi yang terarah. Hal itu semata-mata demi mewujudkan ketahanan demokrasi yang sejak 1945 menjadi dambaan sistem politik di Indonesia.

Pada ajang penghargaan yang diselenggarakan bersama dengan Hari Sumpah Pemuda ini, Rihad mengatakan sejumlah sosok dan kelompok partai politik masuk ke dalam daftar “Teladan Demokrasi 2020”.

“Apresiasi ini berangkat dari kesadaran berdemokrasi yang belakangan mendapat tantangan besar, serta selain sebagai cara mempromosikan nilai demokrasi yang ditunjukkan oleh para penerima penghargaan ini,” tuturnya.

“Teladan demokrasi merupakan suatu kebutuhan karena demokrasi mendorong munculnya eksplosi harapan untuk kehidupan lebih baik, khususnya di negara-negara yang relatif baru dalam menerapkan demokrasi seperti Indonesia,” imbuh Rihad. (Dedi)

12 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.